Dark/Light Mode

Ketua Kampung Adat Yakin IKN Lestarikan Budaya Borneo

Senin, 13 Februari 2023 19:00 WIB
Ketua Kampung Budaya Adat Putak Yulius Lamus. (Foto: Istimewa)
Ketua Kampung Budaya Adat Putak Yulius Lamus. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Kampung Budaya Adat Putak Yulius Lamus bahagia dengan proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Sebab, keberadaan IKN akan berdampak positif bagi kelangsungan kebudayaan khas tanah Borneo, yakni budaya Adat Putak.

"Saat ini di Kampung Budaya Adat Putak tengah gencar mempromosikan potensi wisata budaya," kata Yulius kepada wartawan di Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Senin (13/2).

Ia menyebut, Kampung Adat Putak memang menjadi destinasi wisata yang menjanjikan untuk bisa semakin berkembang seiring dengan maraknya IKN Nusantara. Kampung Budaya Adat Putak itu disebut Yulius berada di Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

"Dia merupakan destinasi budaya lokal yang memang semakin dikenal luas," ujarnya.

Baca juga : Peserta BPU Dapat Santunan JKM 42 Juta Dari BP Jamsostek

Ia juga yakin, semakin dikenalkanya kampung Budaya Adat Putak, maka akan berdampak pula bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

"Taraf kehidupan warga Kampung Adat Putak akan meningkat, dari sisi ekonomi, maupun sosial. Budaya di kampungnya juga makin dikenal," tandasnya.

Di sisi lain, Kepala Adat Dayak Tunjung Benuaq tersebut yakin bahwa perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah pusat terhadap pelestarian dan promosi budaya adat Putak akan semakin diperhatikan.

"Di Kampung Putak ada pengembangan adat budaya, pasti akan ada perhatian intensif dari Pemerintah untuk melestarikannya," sambung Yulius.

Baca juga : Cegah Kanker Sejak Dini, Lestari Dorong Peningkatan Pemahaman Masyarakat

Lebih lanjut, Yulius menerangkan bahwa Kampung Adat Putak terus menggelar kegiatan sebagai bagian dari peningkatan aktivitas literasi kebudayaan kebawa masyarakat, sekaligus ajang promosi potensi masyarakat di sana.

Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar pesta budaya Panen Padi Ketan Muda Kampung Putak, dan pesta budaya adat selama tiga hari, mulai dari tanggal 17-19 Maret 2023.

"Tujuan kegiatan ini ialah memperkenalkan wisata budaya asli suku Dayak Tonyoi - Benuaq agar lebih dikenal masyarakat luas," paparnya.

Kata Yulius, pagelaran semacam itu sudah berjalan selama enam tahun dan mampu menarik sejumlah wisatawan lokal maupun luar daerah untuk datang berkunjung.

Baca juga : Gobel Wanti-wanti, Bisnis Tak Boleh Rusak Budaya Bangsa

Terlebih kata dia, festival pesta budaya Kampung Putak bahkan sudah mendapat penghargaan di tingkat Kabupaten dan Provinsi Kalimantan Timur.

Seperti di tahun 2021 lalu, Sanggar Tari dari Kampung Putak juga dipromosikan untuk tampil secara nasional di Taman Mini Indonesia untuk mempromosikan desa wisata Kampung Putak.

"Harapan kami agar pemerintah Badan Otorita IKN bisa memberi perhatian lebih besar sehingga Dusun Putak ini bisa lebih dikenal luas di tingkat nasional bahkan internasional, seiring dengan adanya IKN Nusantara," pungkasnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.