Dark/Light Mode

Pemkab Muba Gaet GPI Fasilitasi Kebun Sawit Warga

Rabu, 8 Maret 2023 12:25 WIB
Launching Kesepakatan Bersama Pemerintah Kabupaten
Musi Banyuasin (Muba) dengan PT Guthrie Pecconina Indonesia
Tentang Fasilitasi Pembangunan Kebun Kelapa
Sawit Masyarakat di Kecamatan Lawang Wetan, Selasa (7/3). (Foto: Istimewa)
Launching Kesepakatan Bersama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan PT Guthrie Pecconina Indonesia Tentang Fasilitasi Pembangunan Kebun Kelapa Sawit Masyarakat di Kecamatan Lawang Wetan, Selasa (7/3). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penantian panjang warga Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) khususnya di Kecamatan Lawang Wetan untuk mendapatkan lahan plasma perkebunan kelapa sawit, akhirnya terealisasi.

Pemerintah Kabupaten Muba melalui Dinas Perkebunan Muba dibawah komando Pj Bupati Muba Apriyadi Mahmud, mengusung konsep dari masyarakat untuk masyarakat.

Pola kesepakatan bersama (MoU) dengan PT. Guthrie Pecconina Indonesia (GPI) tentang kerjasama Fasilitasi Pembangunan Kebun Kelapa Sawit Masyarakat di Desa Rantau Panjang, Desa Talang Piase, Desa Karang Anyar, Desa Bumi Ayu, Desa Napal, Desa Rantau Kasih, Desa Karang Ringin I dan Desa Karang Ringin II Kecamatan Lawang Wetan.

Kewajiban perusahaan dalam hal ini PT GPI membangun 20 persen kebun plasma dari luasan lahan HGU dengan sistem 70 persen milik masyarakat dan 30 persen dikembalikan ke Pemerintah Desa.

Baca juga : Luhut Pilih Geser Warga

"Pola ini semata-mata demi masyarakat, warga dapat keuntungan 70 persen dan Pemerintah Desa (Pemdes) 30 persen dari hasil panen kelapa sawit nantinya," ungkap Pj Bupati Apriyadi di sela Launching Kesepakatan Bersama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dengan PT Guthrie Pecconina Indonesia Tentang Fasilitasi Pembangunan Kebun Kelapa Sawit Masyarakat di Kecamatan Lawang Wetan, Selasa (7/3).

Mantan Kabag Kesra Muba ini menceritakan, pola kebijakan ini di inisiasi sejak tiga tahun lalu.

"Alhamdulillah hari ini resmi direalisasikan dan memulai penanaman perdana di lahan kebun plasma warga di Kecamatan Lawang Wetan yang mengakomodir warga di delapan Desa di Lawang Wetan," ujarnya.

Lanjutnya, pendapatan 30 persen yang diperuntukkan Pemdes juga nantinya akan diserahkan ke warga pra sejahtera di masing-masing Kecamatan.

Baca juga : Mak Ganjar Sosialisasi Program Berkebun Di Pekarangan Rumah

"Jadi nanti pendapatan 30 persen ke Pemdes itu juga diserahkan ke warga pra sejahtera, yang menyasar langsung ke warga," ungkap dia.

Atas nama warga Kabupaten, Apriyadi sangat berterima kasih kepada PT GPI yang punya komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Muba di sektor perkebunan.

"Semoga ini dapat menjadi amal jariyah untuk kita semua dan angka kemiskinan di Muba terus berkurang dengan arah kebijakan yang menguntungkan masyarakat," tuturnya.

Kandidat Doktor Universitas Sriwijaya itu mengajak, agar para perusahaan kelapa sawit di Muba juga mengikuti pola tersebut demi meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah ring 1 dan sekitarnya.

Baca juga : Buka Munas Gapki, Ini Pesan Wapres

"Nanti perusahaan Kebun sawit lainnya di Muba juga harus mengikuti pola plasma warga seperti PT GPI ini, serta memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal asli Muba," tegasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.