Dark/Light Mode

Usai Polemik Pildun U20

Relawan Optimistis Elektabilitas Ganjar Tetap Meroket

Senin, 3 April 2023 19:11 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Ganjarist, Kris Tjantra. (Foto: Istimewa)
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Ganjarist, Kris Tjantra. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sosok Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo disebut-sebut sebagai orang yang paling bertanggung jawab saat Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Sehingga hal ini dinilai berdampak pada elektabilitas Ganjar yang diramal bakal tergerus. Koordinator Nasional (Kornas) Ganjarist meyakini elektabilitas Ganjar akan tetap stabil. Alasannya karena pemilih sudah sangat dewasa dalam mengambil keputusan.

"Kami Ganjarist optimistis elektabilitas Pak Ganjar tidak akan turun," kata Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Ganjarist, Kris Tjantra saat dihubungi, Senin (3/3).

Baca juga : Anak Muda Papua Binaan PYCH Optimistis Hasil Budi Daya Ikan Air Tawar Meningkat

Lagi pula, bukan cuma Ganjar yang menolak keikutsertaan Israel di Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia. Pendapat Ganjar juga bukan keputusan mutlak. Karena pengambil keputusan yang sebenarnya adalah pemangku kepentingan seperti PSSI, FIFA, dan Pemerintah.

"Jadi tidak perlu dipolitisir berlebihan. Marilah kita menyikapi permasalahan bangsa ini dengan dewasa," tambahnya.

Lebih lanjut, Kris menambahkan Ganjar hanya mengutarakan pendapatnya. Sebagaimana masyarakat yang mempunyai hak untuk menyampaikan pendapatnya.

Baca juga : Elektabilitas Kang Emil Turun, Erick Thohir Meroket

"Pendapat yang beliau sampaikan pun juga menyampaikan amanat Bung Karno. Beliau itu adalah manifestasi Soekarnoisme, seorang marhaenisme Ganjarist melihatnya Mas Ganjar adalah seorang anak ideologis bung Karno," ungkap dia.

Adapun masifnya kritikan netizen terhadap Ganjar, Ganjarist menganggap wajar. Bagian dari dinamika negara demokrasi.

"Ketika sependapat, ya memuji, ketika tidak sependapat yang mem-bully. Elektabilitasnya tergerus atau tidak, kami melihatnya masih cair dinamikanya," ucap Kris.

Baca juga : Andalkan Transformasi, Bos BNI Optimistis Kinerja Terus Melesat

Dia berharap, masyarakat bisa lebih dewasa dalam menilai sebuah permasalahan.

"U-20 ini kan hanya sebagian dari masalah. Masih banyak masalah di bangsa ini yang perlu mendapat atensi kita semua. Kita tidak perlu membahas U-20 berlebihan, seperti kata Pak Jokowi stop saling menyalahkan. Kita pandang ke depan, kita fokus dan Pak Erick Thohir juga sampaikan pembatalan itu alasan keamanan dari FIFA," tutur dia. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.