Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kesepakatan AS-Iran Belum Final, Trump: Kalau Saya Tak Suka, Pemboman Berlanjut
- Mentan Amran Targetkan Swasembada Bawang Putih Dalam 3 Tahun
- Batal Ke Rusia, Prabowo Fokus Tuntaskan Agenda Dalam Negeri
- PLN Indonesia Power Dukung Kids English Fun 2026, Cetak Generasi Unggul
- Austria Tekuk Yordania, Tempel Argentina di Klasemen Grup J
Kolaborasi Lintas Agama Penuhi Kebutuhan Listrik Desa Terpencil Di Labuan Bajo
Kamis, 25 Mei 2023 11:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah pihak dari lintas agama bahu-membahu memenuhi listrik desa terpencil, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap (PLTS Atap) untuk memenuhi kebutuhan listrik warga.
Berdasarkan data dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), pencapaian Rasio Elektrifikasi tahun 2022 sebesar 99,63 persen. Hal ini meningkat 1,8 persen dari tahun 2021 yaitu sebesar 99,45 persen.
Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebutkan, Pemerintah secara berkelanjutan memantau kemajuan pencapaian rasio elektrifikasi di Indonesia. Mengingat rasio elektrifikasi nyata menyangkut keadilan atau pemerataan untuk mengakses listrik.
Di 2023, Pemerintah juga telah mencanangkan peningkatan rasio elektrifikasi nasional, terutama untuk kawasan timur Indonesia. Lebih spesifik lagi, bisa menjangkau daerah terpencil seperti di wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua, maupun NTT, dan juga pulau-pulau terluar serta terpencil lainnya.
Hal itu dimaksudkan untuk memberikan akses kepada rakyat atas energi listrik selama 24 jam penuh. Tentu, itu akan membuka kesempata yang lebih besar atas pemberdayaan masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, masyarakat yang tinggal di Pulau Medang di perairan Labuan Bajo, NTT, juga mulai mendapatkan akses lebih besar atas aliran listrik serta penerangan.
“Kami sebelumnya hanya mengandalkan genset berbahan bakar solar. Itu pun kami menyewa, yang biaya yang dikeluarkan cukup tinggi. Sehingga hanya beberapa kepala keluarga yang ada di sini yang mampu menggunakannya,” buka Ambo Dae, salah satu penduduk Pulau Medang, seperti keterangan yang diterima redaksi, Kamis (25/5).
Baca juga : Srikandi Ganjar Adakan Sharing Session Bareng Milenial Labuhanbatu Utara
Gayung bersambut, karena keindahan alamnya, Pulau Medang juga sudah bisa menarik animo banyak wisatawan untuk berkunjung. Akan tetapi masalah energi kelistrikan yang minim masih jadi catatan bagi wisatawan yang hendak datang ke pulau yang secara administratif termasuk Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat itu. Alhasil sejumlah wisatawan yang sudah pernah datang kemudian berinisiatif untuk memberikan solusi atas masalah tersebut.
Akses untuk membantu masyarakat Pulau Medang lewat dewan Gereja Katolik Labuan Bajo, yang juga memberikan banyak waktu dan tenaga untuk ikut membantu mewujudkan pengadaan listrik serta penerangan untuk Pulau Medang. Karena sebenarnya krisis listrik di pulau eksotis itu juga punya dampak terjadap sektor ekonomi dan pendidikan bagi generasi mudanya juga.
Berpegang pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 tahun 2021 Bab II, terdapat dua pasal yang membahas penggunaan PLTS Atap. Salah satunya menjelaskan perihal bagaimana mendapatkan tenaga listrik dari sumber energi terbarukan sekaligus berkontribusi untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Dari sinilah, kedua pihak memanfaatkan teknologi PLTS Atap guna mengakhiri krisis energi di pulau Medang.
Karena pemanfaatan energi surya belum banyak dipahami masyarakat, sosialisasi ke seluruh warga Pulau Medang dilakukan pihak gereja yang dikoordinisasikan Romo Beny Jaya selaku Pastor Kategorial di Labuan Bajo. Pendekatan tidak hanya dilakukan di Dusun Batu Tiga, dusun tunggal di Pulau Medang. Tetapi juga menjangkau ke sejumlah dusun lain yaitu Dusun Pontianak dan Dusun Pasir Panjang yang merupakan bagian dari Pulau Flores. Ketiga dusun itu aksesnya terisolir dan tidak terjangkau melalui jalan darat.
Pada pertengahan Maret, disepakati ketersediaan 100 unit PLTS Atap untuk ketiga dusun tersebut. Proyek sosial ini lantas mulai dikerjakan bertepatan dengan awal Ramadhan lalu, dan hanya membutuhkan waktu 2 minggu untuk menyelesaikan 100 PLTS Atap ini di tiga dusun yang berbeda.
Seluruh peranti kelistrikan dan penerangan sebelum sudah dirangkai pada lokasi yang terpisah. Baterai dan inverter untuk setiap modul didesain built-in. Tujuannya, agar efisien dan efektif dari sisi pekerjaan serta kebutuhan waktu saat proses instalasi di lokasi. Tak lupa juga dilakukan penjelasan ke setiap pemilik rumah perihal pengoperasian dan juga perawatannya.
Baca juga : Komunitas Nelayan Pendukung Ganjar Lakukan Penyuluhan Pelestarian Air Di Takalar
Secara teknis, panel surya mutu utama yang terpasang berlabel Vertex, bisa hasilkan maximum power output sampai 555 Watt dengan tingkat efisiensi yang tinggi untuk soal konsumsi energinya. Sementara baterai punya spesifikasi Lithium Ion berkapasitas 24V 100 Ah untuk kebutuhan penerangan 600 Watt dan 24V 200Ah untuk yang memerlukan penerangan sampai 1.000 Watt.
Baterai jenis itu dikenal karena memiliki daya tahan operasional tinggi, dan juga usia pakai yang panjang. Jika dioperasikan serta mendapatkan perawatan yang sesuai petunjuk, untuk usia pakai baterai akan bertahan setidaknya sampai 5 tahun.
Proyek ini diresmikan 3 Mei 2023 oleh Bupati Manggarai Barat, diwakili Asisten I Bupati, Hilaris Madin. Sekaligus pula bertetapatan dengan kegiatan acara Halal Bihalal Lebaran 2023.
“Menurut data kami tahun 2020, dari sekitar 75.000 desa di Indonesia, ada 433 desa yang belum bisa menikmati aliran listrik. Termasuk di Pulau Medang, dan pulau-pulau lain serta desa-desa yang ada di dataran Flores di Manggarai Barat,” jabar Hilaris.
Oleh karena itu, Pemprov NTT memberikan apresiasi atas adanya partisipasi masyarakat yang peduli dengan masalah kelistrikan di NTT. “Karena tidak bisa dipungkiri, listrik adalah kebutuhan paling hakiki di era globalisasi saat ini,” paparnya.
Diterangkan Hilaris, elektrifikasi belum bisa menjangkau keseluruhan wilayah Manggarai Barat. Hingga 2022, rasionya baru 65 persen.
Baca juga : Kemenperin Dorong Pembangunan Industri Gula Terintegrasi Di Lahan Rawa
Adanya proyek kelistrikan sekaligus penerangan juga diharapkan bisa memperkuat sinergi antaranggota masyarakat. Termasuk antarumat beragama.
"Program ini merupakan bentuk kemaslahatan umat dan untuk kepentingan umum. Kami sangat mendukung dan siap untuk bekerja sama di program-program selanjutnya. Harapan kami, program ini.membawa manfaat dan akan terus berlanjut,” ujarnya H Ishak M Jabi, Ketua Pengurus Nadhlatul ULama DPD Manggarai Barat.
Dusun Batu Tiga di Pulau Medang seluruhnya merupakan warga Muslim. Masyarakat tentu menyambut gembira dengan hadirnya listrik di dusun mereka.
“Alhamdulillah, bagi nelayan seperti kami setidaknya bisa membuat batu es untuk pengawetan hasil tangkapan. Karena selama ini hasil laut hanya diasinkan, dijemur sebelum akhirnya dipasarkan. Ini tentu menambah nilai ekonomi buat kami. Dan tentu saja pemakaian listrik juga harus bijak, mengingat kapasitas listrik yang tidak terlalu besar sehingga kami harus menyesesuaikannya dengan kebutuhan,” ujar Hariyanto, Kepala Dusun Pasir Panjang.
Untuk perawatan PLTS Atap, telah dilakukan pelatihan bagi warga. Sekaligus juga diberikan informasi untuk mengatasi jika muncul malfungsi ringan. Pemuda-pemuda dusun sudah dilatih untuk menanganinya. Pihak donatur juga masih bersedia memberikan waktu serta tenaga dalam mendukung pemeliharaan peralatan pembangkit energi yang terpasang secara berkala.
Pulau Medang kini tidak lagi gelap saat malam tiba. Peran aktif seluruh anggota, dan juga tokoh masyarakat lokal serta pemangku wilayah, dalam proyek ini bisa jadi contoh sederhana tentang bagaimana kepedulian antar warga Indonesia dari berbagai golongan nyata mampu menjadi solusi jika ada hambatan dalam keseharian di satu daerah.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya