Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dari Pertemuan Jokowi Dengan Pemimpin Media Nasional
Siapa Capres Yang Punya Napas Panjang
Jumat, 11 Agustus 2023 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Langkah politik Presiden Jokowi itu sulit ditebak. Kalau ditanya soal siapa calon presiden yang didukungnya, jawaban Jokowi sangat diplomatis. Tidak merujuk ke satu nama. Katanya, hal terpenting dalam pilpres bukanlah tentang figur. Yang dibutuhkan sekarang adalah, orang yang sanggup bersikap konsisten. Yang punya keberanian menghadapi tekanan. Memiliki nyali dan daya tahan. “Napas panjang itu penting. Ibarat lari, ini marathon,” kata Presiden, saat bertemu dengan 18 pemimpin media massa nasional di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (10/8/2023).
Dari Rakyat Merdeka, hadir Direktur Pemberitaan Ratna Susilowati. Pimpinan media lainnya yaitu Rosiana Silalahi (KompasTV), Retno Pinasti (Emtek Group), Alfito Deannova (Detikcom), Uni Lubis (IDN Times), Prabu Revolusi (MNC Group), Apreyvita (BTV), Irna Gustiawati (Liputan6), Budi Setyarso (Tempo), Irfan Junaidi (Antara), Yulia Supadmo (RTV), Yura Syahrul (Katadata), Mukhlison (Gatra), Haryo Ristamaji (Elshinta) dan Argun Sulistyono (Tirto). Juga hadir dari RRI dan TVRI.
Baca juga : Jokowi Ingin Pemimpin Selanjutnya Mampu Lari Maraton, Kode Dukung Ganjar?
Pertemuan dimulai pukul 10.45. Presiden berkemeja putih. Air mukanya kelihatan senang sekali. “Bapak kelihatannya hari ini happy ya,” komentar Uni Lubis. Presiden bilang senang. Lalu bercerita, baru saja naik LRT bareng-bareng dengan sejumlah seniman dan artis. Sebelum kembali ke Istana.
Di pertemuan, kami semua duduk di meja panjang. Meja yang biasa digunakan oleh Presiden untuk bekerja dan rapat dengan kabinetnya. Di meja itu, Presiden ada di sisi kiri. Didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno serta Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin. Ada 7 pemimpin media yang duduk sederet dengan Presiden. Sementara 11 lainnya duduk berhadapan dengan Presiden.
Baca juga : Usahid Gandeng Uzbekistan Kembangkan Pariwisata Nasional dan Internasional
“Ini obrolannya soal ekonomi,” kata Jokowi, membuka percakapan, sekaligus mengunci untuk tidak bicara politik. Tapi, tanpa pembicaraan politik, tentu pertemuan kurang legit. Makanya, sepanjang Presiden paparan, semua pimpinan media ini terus berusaha memancing Presiden bicara soal politik dan capres. Tapi hebatnya Jokowi, tidak terpancing. “Nggak bosan apa ya bicara politik. Nggak ada perkembangan dan disuguhinya gitu-gitu aja,” ujar Presiden sambil tertawa.
Saat menyinggung tentang pertumbuhan ekonomi, misalnya. Ada yang nyeletuk. “Kota Solo itu sekarang makin bagus ya Pak. Banyak event di sana.” Jokowi senyum, lalu merespons. “Ya, tanyakan ke Walikotanya. Strategi Solo memang membuat event sebanyak-banyaknya. Makanya, pertumbuhan ekonominya bisa lebih 6 persen. Event itu bisa menaikkan rating kota,” kata Jokowi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya