Dark/Light Mode

Jaga-Jaga Pandemi Mendatang, Prof. Tjandra Ingatkan 3 Hal Penting Kesehatan

Rabu, 27 September 2023 21:35 WIB
Prof. Tjandra Yoga Aditama (Foto: dok. Pribadi)
Prof. Tjandra Yoga Aditama (Foto: dok. Pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama menyampaikan tiga hal penting terkait persiapan menghadapi pandemi di masa yang akan datang, saat menjadi pembicara acara Palang Merah Indonesia (PMI) dan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), tentang pembelajaran dan penutupan Operasi Covid-19, 25 September 2023. Dengan tema "Menyatukan Kekuatan: Tangguh Hadapi Pandemi dan Siaga Krisis Kesehatan".

Pertama, saat ini Covid-19 memang sudah reda. Tapi, kita tahu pasti, di masa datang akan ada pandemi lagi.

"Kita hanya tidak tahu, kapan pandemi itu akan terjadi lagi dan penyakit apa yang akan memicu pandemi berikutnya," kata Prof. Tjandra dalam keterangannya, Rabu (27/9/2023).

Hingga saat ini, terdeteksi ada tiga kemungkinan penyakit, yang menjadi penyebab pandemi mendatang. Yaitu influenza, zoonosis dan penyakit “X”.

Baca juga : Bang Atal dan Pengurus Yang Lesu Darah

"Sekali lagi, ketiga penyakit ini hanyalah prediksi semata. Yang akan benar-benar terjadi, tentu kita belum tahu," ujar Prof. Tjandra, yang juga menjabat Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI/Guru Besar FKUI.

Yang jelas, kata Prof. Tjandra, penyebab pandemi biasanya suatu penyakit baru, atau penyakit lama yang hadir dengan mutasi atau varian baru. Penyakit itu biasanya amat mudah menular, serta menimbulkan keparahan penyakit yang berat.

Tentang kapan akan terjadi, sekali lagi, sejauh ini tidak ada seorang pun yang dapat memastikan kapan waktunya.

Kedua, karena kita tidak tahu kapan pandemi berikutnya akan terjadi, maka yang sekarang dapat dan harus kita lakukan adalah berusaha keras mencegah (prevent) terjadinya dampak buruk akibat pandemi. Serta melakukan kesiapan (prepared), agar jika kelak terjadi pandemi, dampaknya tidak seburuk Covid-19.

Baca juga : Resmi Beroperasi, Mitra10 Bintaro Jaya Targetkan 30 Ribu Pengunjung Per Bulan

Di samping itu, kita juga harus melakukan penemuan (detect) sedini mungkin, tentang kemungkinan terjadinya awal pandemi.

Prevent, Prepared and Detect merupakan modal awal yang amat penting, agar di saat pandemi datang, kita dapat melakukan respon penanggulangan yang tepat. Sehingga, tak perlu terlalu banyak makan korban.

Ketiga, Prof. Tjandra mengingatkan prinsip dasar yang kini perlu dilakukan.

Untuk kita anggota masyarakat, Prof. Tjandra mengimbau agar selalu memberi perhatian utama, kepada kesehatan kita. Rawat dan jaga kesehatan kita baik-baik. Karena ini adalah anugerah Yang Maha Kuasa, yang paling bernilai untuk kehidupan.

Baca juga : Ganjar Dorong Penguatan Peran Pemerintah Desa Dan Pentingnya Kepercayaan Ke Kades

Untuk pemerintah, Prof. Tjandra kembali mengangkat prinsip dasar pembangunan berwawasan kesehatan.

Dia bilang, perkembangan ekonomi adalah hal yang amat penting. Di samping itiu, kestabilan politik juga merupakan suatu keharusan, sementara kepastian hukum menjadi tulang punggung keadilan.

"Peningkatan infrastruktur jelas amat berguna, tetapi tolonglah agar semuanya dibangun dengan memasukkan pertimbangan kesehatan masyarakat," tutur Prof. Tjandra.

"Pembangunan sektor apa pun di negara kita dan di dunia, tentu hanya akan punya dampak bagi umat manusia, kalau aspek kesehatan masyarakat dijaga dengan baik," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.