Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Soal Tim Gugus Tugas Sinkronisasi, Pengamat: Prabowo Ingin Transisi Berjalan Baik
Minggu, 2 Juni 2024 02:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Langkah Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang membentuk Tim Gugus Tugas Sinkronisasi diacungi jempol pengamat politik. Tim ini diyakini bisa membantu proses transisi pemerintahan lama ke baru berjalan dengan baik.
"Kalau saya melihatnya sesuatu yang positif dari Pak Prabowo membentuk Tim Gugus Tugas Sinkronisasi. Artinya Bapak Prabowo menginginkan proses transisi dari pemerintahan (Presiden dan Wakil Presiden) Jokowi-Ma'ruf Amin ke Prabowo-Gibran berjalan dengan bagus, salah satunya dengan tim sinkorinisasi itu," kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin, Sabtu (1/6).
Ujang mengungkapkan alasan pembentukan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi bakal bermanfaat bagi kerja pemerintahan baru nantinya. Pertama, tim ini memastikan tak akan ada program tumpang tindih yang bisa membuat kerja pemerintahan Prabowo-Gibran terhambat.
Baca juga : Mau Kirim Pasukan Perdamaian Ke Gaza, Hikmahanto: Prabowo Berani Dan Konkret
"Kenapa ini menjadi penting, jangan sampai ada program tumpang tindih. Itu penting dilakukan, karena kalau nanti tumpang tindih program dan lain sebagainya maka akan menyulitkan Prabowo-Gibran bekerja lebih cepat ke depan setelah dilantik," kata Ujang.
Kedua, meminimalkan kesalahan data antara kementerian. Apalagi, kata Ujang, sejauh ini masih banyak ditemukan data persoalan publik yang tidak sama dari tiap kementerian. Ujang mencontohkan data kemiskinan yang tidak sinkron dari tiap kementerian. Termasuk, data bantuan sosial (bansos), baik soal penyaluran maupun penerima.
"Banyak data yang tidak sinkron selama ini. Data-data kementerian itu tidak sama, data kemiskinan, data bansos, data macam-macam, itu selalu tidak sinkron antara menteri atau lembaga. Jadi, ini perlu disinkronkan juga," kata dia.
Baca juga : Dasco Jadi Ketua Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran
Ujang juga berpandangan, pembentukan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi ini sebagai salah satu cara Prabowo ingin bekerja cepat untuk rakyat. Dia menilai, tim ini dibentuk guna menyinkronkan semua program Jokowi-Ma'ruf dengan pemerintahan Prabowo-Gibran nantinya.
"Saya melihatnya tentu bahwa Pak Prabowo ingin bekerja cepat untuk masyarakat, bangsa, dan negara maka harus sesuai antara program Jokowi atau program sebelumnya dengan Pak Prabowo. Kalau nggak sinkron kan susah. Oleh karena itu, semua di dalam kementerian arau lembaga harus sinkron," kata Ujang.
Terakhir, Ujang menyebut pembentukan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi sebuah langkah positif harus didukung. Dia yakin, dengan keberadaan tim ini, pemerintahan Prabowo-Gibran akan bekerja dengan baik dan cepat.
Baca juga : SKK Migas Sebut Peran PGN Sangat Penting Di Masa Transisi Energi
"Karena Pak Prabowo kan ingin menyukseskan rakyat, tentu poin penting dari program nanti, ya tim gugus sinkronisasi ini. Jadi saya melihatnya sesuatu yang bagus, positif, baik untuk kepentingan bangsa dan negara. Itu perlu diapresiasi publik," kata dia.
Sebelumnya, Prabowo-Gibran membentuk Tim Gugus Tugas Sinkronisasi. Tim ini pada Jumat (31/5) bertemu Menkeu Sri Mulyani untuk menyelaraskan RAPBN 2025 yang disusun pemerintahan saat ini dengan program kerja pemerintahan terpilih. Tim Gugus Tugas ini dikomandoi Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya