Dark/Light Mode

Resmikan Masjid Ar-Rahiim, Gubernur Mahyeldi Apresiasi Pejuang Asal Sumbar

Rabu, 10 Juli 2024 06:59 WIB
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah (kedua kanan) saat meresmikan pembangunan masjid Ar-Rahiimdi di Jorong atau Desa Kubu Baru, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Selasa pagi (9/7/2024). (Foto: Karim Paputungan/Rakyat Merdeka/RM.id)
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah (kedua kanan) saat meresmikan pembangunan masjid Ar-Rahiimdi di Jorong atau Desa Kubu Baru, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Selasa pagi (9/7/2024). (Foto: Karim Paputungan/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi dan berterima kasih atas pembangunan masjid Ar-Rahiim (اَلرَّحِيْمُ) yang berlokasi di lingkungan pendidikan TK dan SD Islam Rasuna Said di Jorong atau Desa Kubu Baru, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Gubernur yang baru tiba di Bandara Minangkabau, Padang dari Jakarta, Selasa pagi (9/7/2024) langsung menuju lokasi untuk meresmikan masjid yang merupakan hibah dari (almarhum) Edwin Ronaldi bin Thamrin Djamain.

Thamrin, warga Jakarta kelahiran Maninjau menjadi Ketua pembangunan masjid merupakan ayah dari Edwin. Masjid berlantai dua dibangun dengan dana Rp 800 juta.

Bangunan modern dengan konstruksi beton seluas 225 m2 dapat menampung 100 jamaah.

Dalam masjid ini terdapat fasilitas wudhu dan selanjutnya dikembangkan ruang pertemuan beserta ruang serba guna. Komplek pendidikan seluruhnya mencapai 3.500 m2.

 

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat meresmikan Masjid Ar-Rahiim di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa pagi (9/7/2024). (Foto: Karim Paputungan/Rakyat Merdeka/RM.id)

Baca juga : Pj Gubernur Kaltim Ajak Warga Pemaluan Dukung Kesuksesan IKN

 

Nama Rasuna Said mempunyai makna wanita pejuang kemerdekaan dan pahlawan nasional kelahiran Maninjau.

Mahyeldi juga meninjau rumah keluarga Rasuna Said yang dijadikan cagar budaya, tepat di depan komplek pendidikan.

Saat meresmikan masjid tersebut, Mahyeldi mengapresiasi para pejuang asal Sumbar antara lain Buya Hamka, kelahiran Maninjau, Mohammad Natsir hingga Proklamator.

Menurutnya tokoh-tokoh asal Sumbar bukan hanya tingkat nasional, tapi juga dunia. Secara khusus Mahyeldi yang disapa Buya menunjuk Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang menjadi ulama dan imam besar di Masjidil Haram.

Keilmuannya mendunia. Namanya diabadikan untuk Masjid Raya Sumbar. Keturunan Syekh Ahmad Khatib berjumlah 58 orang pekan lalu mengunjugi Sumbar. Mereka pun dijamu oleh Gubernur Mahyeldi.

Baca juga : Diganjar Penghargaan, Sarana Jaya Apresiasi Kinerja Kejati DKI Jakarta

Adapun Natsir dikenang dengan mosi intergralnya di parlemen yg memulihkan keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia-- NKRI.

"Kalau sekarang orang ngomong NKRI harga mati itu adalah perjuangan Pak Natsir," kata Mahyeldi.

Pemikiran dan perjuangan tokoh-tokoh asal Sumbar, menurut Mahyeldi menginspirasi dan menyemangatinya untuk menjadikan provinsi yg dipimpinnya sebagai pusat intelektual.

Dia juga menyebut kebiasaan berdebat di lepau merupakan excersice intelektual. Bahkan Bapak-bapak yg bekerja di ladang atau sawah sengaja menenteng radio untuk mendengarkan berita perkembangan dunia.

"Dari situ muncul nama-nama anak seperti John Kennedy. John Kennedy Azis adalah politisi asal Sumbar," ujar Mahyeldi sambil tersenyum.

Dalam kepemimpinannya, Mahyeldi mengusung tema "Adat Basandi Sarak - Sarak Basandi Kitabullah: ABS - SBK" yang merupakan filosofi masyarakat Minangkabau.

Baca juga : Hari Lingkungan Hidup, Pj Gubernur Jabar: Jangan Buang Sampah Ke Sungai

"Islam merupakan ciri masyarakat Minangkabau," ujar Mahyeldi.

Dia mengharapkan pendidikan menghasilkan generasi Sumbar berkapasitas dunia, bukan hanya jago kandang.

Mahyeldi pun melakukan kunjungan dalam ke Maninjau sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan asrama putri dan rumah tahfiz MAN 1, Agam- Maninjau.

Sementara itu Bupati Agam Andri Warman mengungkapkan, ketika dia awal menjabat tiga tahun lalu baru terdapat 46 rumah tahfiz.

"Saat ini sudah terdapat 300 dari 1.000 target rumah tahfiz-- penghafal Al-Quran," ujar Andri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.