Dark/Light Mode

Unika Atma Jaya Simpan Relikui Santo "Milenial" Beato Carlo Acutis

Rabu, 10 Juli 2024 15:24 WIB
Unika Atma Jaya Simpan Relikui Santo ”Milenial” Beato Carlo Acutis

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Unika Atma Jaya) menerima kunjungan relikui atau anggota tubuh orang suci di Kampus Unika, Semanggi, Jakarta, Jumat, 5 Juli 2024. Relikui tersebut berupa rambut dari Beato Carlo Acutis, yang akan segera dikanonisasi sebagai orang kudus (Santo) pertama dari generasi milenial.

Kegiatan diawali dengan perayaan Ekaristi Jumat Pertama yang dihadiri lebih dari 500 orang. Perayaan ini dipimpin oleh Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo. 

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi inspiratif bertajuk “New Way of Sainthood: Menjadi Kreatif dalam Kekudusan” yang dilaksanakan pada hari yang sama di Ballroom Yustinus lantai 15, Kampus Semanggi Unika Atma Jaya. 

Diskusi berkonsep talk show ini menghadirkan beberapa narasumber ternama. Antara lain Cliff Ariesta Tedyanto, Ancilla Betaria, Romo Andreas Subekti, dan Romo Frans Kristi A. Pr yang merupakan pegiat sosial media serta para pastor yang memiliki perhatian mendalam dengan anak muda. 

Baca juga : Unika Atma Jaya dan Perhumas Jalin Kerja Sama untuk Pengembangan Komunikasi

Menurut keterangan yang disampaikan Unika Atma Jaya, pihaknya mewujudkan teladan Carlo Acutis melalui program beasiswa Carlo Acutis untuk para pemuda Katolik yang terlibat aktif melayani di Gereja dan aktif dalam bermedia sosial. 

"Bukan hanya itu, keunggulan utama lainnya adalah mahasiswa diberikan fasilitas pendampingan baik dalam proses belajar mengajar, pendampingan organisasi akademik dan non akademik, dan bahkan pendampingan spiritualitas," demikian keterangan yang disampaikan Unika Atma Jaya, Rabu (10/7/2024). 

Unika Atma Jaya berharap peringatan terhadap Carlo Acutis ini dapat menginspirasi generasi muda. Khususnya milenial untuk mendalami keimanan mereka. 

"Harapan lainnya yaitu agar generasi muda dapat mengenang dan menghormati kehidupan serta devosi Carlo Acutis kepada Ekaristi, sembari mendorong mereka untuk memanfaatkan teknologi secara positif dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Secara keseluruhan, acara ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat spiritual dan mengajak umat mengikuti jejak kebaikan Carlo dalam kehidupan sehari-hari," paparnya. 

Baca juga : Rektor Unika Atma Jaya: Kesuksesan Pemilu Jadikan Indonesia Negara Besar

Gereja dan Unika Atma Jaya sama-sama memiliki visi untuk membangun karakter dan menyiapkan generasi muda agar terlibat aktif memberikan kontribusinya untuk dunia. Kreativitas juga perlu didorong dan dikembangkan agar para orang muda dapat mewujudkan keterlibatannya melalui aktivitas yang berdampak bagi diri sendiri, sesama, lingkungan, dan gereja. 

"Hal ini tentunya juga dapat diselaraskan dengan situasi perkembangan jaman yang ada, seperti masifnya teknologi dan internet," ujarnya. 

Sementara, menurut Romo Frans Kristi, Pr, Relikui Beato Carlo Acutis menjadi simbol relevansi keunggulan kampus dalam perspektif pendampingan mahasiswa sebagai anak muda yang perlu untuk didampingi bersama. Sebagai lembaga pendidikan, Atma Jaya berkomitmen agar dapat menjadi tempat bertumbuh bersama para generasi muda. 

“Ingatlah bahwa anak-anak muda adalah tanah yang kudus. Dan untuk memasukinya kita perlu menanggalkan alas kaki kita. Maka mari kita menjadi lebih rendah hati, mau mendengarkan orang-orang muda, mau ikut menangis bersama kita. Kita yakin bisa melakukan sesuatu yang baik untuk Gereja Katolik Indonesia dan sesama!” kata Romo Frans Kristi, Pr. 

Baca juga : Ini Kata Pengamat Politik Henri Soal Debat Cawapres Kedua

Sekadar informasi, Carlo Acutis adalah anak muda yang lahir di London, 3 Mei 1991. Sejak kecil, Carlo setiap hari secara rutin datang ke gereja dan mengajak orang tuanya untuk melakukan perjumpaan dengan Tuhan dalam Ekaristi dan di dalam doa sederhana.

Selain itu, Carlo juga senang menggunakan internet untuk membuat konten tentang cerita berbagai mukjizat Ekaristi agar banyak orang dapat mengenal Yesus. Carlo wafat pada 12 Oktober 2006 karena leukemia. Pada Beatifikasi tahun 2020, jenazahnya ditemukan cukup utuh (intact).

Pada Mei 2024, Paus Fransiskus mengakui mukjizat kedua melalui doa perantaraan Carlo, dan Carlo akan segera dikanonisasi sebagai Santo, menjadikannya Santo pertama dari generasi milenial.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.