Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dukung Pemerataan Dan Sentralisasi
IDI Minta Penempatan Dokter Diatur Pemerintah Pusat
Minggu, 14 Juli 2024 07:25 WIB
Sebelumnya
Menkes menambahkan, Pemerintah juga mengupayakan pembiayaan kepada para doktet yang mau menempuh pendidikan dokter spesialis. “Salah satunya melalui beasiswa LPDP Kementerian Keuangan,” tandasnya.
Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo menilai, Undang-Undang (UU) Kesehatan yang baru dapat menjadi solusi bagi ketertinggalan Indonesia di sektor kesehatan. Menurut dia, peran negara dalam melakukan pemerataan infrastruktur kesehatan dan pemerataan dokter, khususnya dokter spesialis, menjadi salah satu yang bisa dijawab UU Kesehatan baru.
“Adanya pemerataan infrastruktur kesehatan dan dokter, membuktikan bahwa negara hadir dan berupaya memberi rasa keadilan terhadap seluruh rakyat. Di sektor kesehatan kita masih butuh effort dan perjuangan, agar tidak tertinggal jauh di bidang-bidang lainnya,” imbuhnya.
Baca juga : Komika Marshel Makin Menguat
Di media sosial X, netizen mendukung dilakukannya pemerataan dokter hingga ke pelosok daerah. Dengan begitu, masyarakat tak lagi kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan.
Akun @bedastatus berharap, pemerataan dokter bisa segera dilakukan. Sebab, banyak masyarakat di daerah terpencil yang sangat membutuhkan dokter. Namun, dia tak mendukung wacana masuknya dokter asing.
“Kalau ujung-ujungnya dokter asing ditempatkan di kota besar dan di rumah sakit besar, pemerataan dokter atau kekurangan dokter, ya cuma jadi tameng aja. Sementara, masyarakat di daerah tetap susah mengakses dokter, apalagi spsialis,” cuitnya.
Baca juga : Agar Jera, PPKS Bakal Diseret Ke Meja Hijau
Senada, akun @noobpofol menilai, program pemerataan dokter lebih masuk akal daripada mendatangkan dokter asing. “Aku yakin, nggak ada yang menentang wacana pemerataan tenaga dan sarana prasarana kesehatan. Kalau dokter asing, apa dia mau ditempatkan di daerah dengan keterbatasan sarana prasarana dan komunikasi?” tulisnya.
Akun @safiraww menyatakan, selain pemerataan dokter, pemerintah juga harus melakukan pemerataan fasilitas kesehatan. “Yang paling parah itu pemerataan fasilitas. Kalau dokternya, kita punya tambahan sekitar 12 ribuan lulusan baru setiap tahun. Tapi, kalau nggak punya fasilitas dan alat kesehatan, ya percuma. Dokter bisa apa kalau nggak ada infrastrukturnya,” cetusnya.
Sementara itu, akun @yegebang mendukung, upaya pemberian bea siswa kepada para dokter yang ada di daerah. Dengan begitu, mereka dapat menjadi spesialis dan meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Baca juga : Spanyol Vs Inggris, Pertarungan Sengit Dan Keras
“Kalau mereka bisa dipermudah untuk sekolah spesialis, itu lebih dari cukup. Kan alokasi dana di sektor kesehatan, bisa digunakan atau menjadi subsidi pendidikan spesialis. Sebab, ada banyak daerah yang sudah punya dokter umum dalam jumlah besar, tapi nggak punya dokter spesialis,” pintanya.
Akun @huge920 menambahkan, banyak masyarakat harus dirujuk ke rumah sakit di kota-kota besar, untuk melakukan operasi berat. Menurut dia, fenomena tersebut menandakan jumlah dokter dan fasilitas kesehatan yang belum merata.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 14 Juli 2024 dengan judul Dukung Pemerataan Dan Sentralisasi, IDI Minta Penempatan Dokter Diatur Pemerintah Pusat
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya