Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Berita Publik bersama Perhimpunan Mahasiswa Jakarta (PMJ) menggelar Diskusi Bareng Media Massa bertajuk "Peran Media Massa dan Millenial Mengawal Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf", di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (19/11). Diskusi digelar sebagai upaya membangun informasi yang bersifat konstruktif dan solutif bagi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.
Karyono Wibowo, Pengamat Politik dari Indonesian Public Intitute (IPI), mengatakan, media massa harus memiliki tanggung jawab merespons hal-hal yang sedang hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat. "Media harus menjadi penyeimbang serta harus menjadi pelayan publik untuk memberikan informasi-informasi yang relevan dan bisa di nikmati masyarakat," kata dalam diskusi itu.
"Pers adalah bagian dari masyarakat yang harus didukung untuk mengotrol jalannya pemerintah, mengawal jalannya kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemudian pers harus bisa menjadi penyeimbang. Harus membantu pemerintah dengan menjadi kontrol, dan pers juga harus bisa menjadi media informasi kepada masyarakat," terangnya.
Baca juga : Neraca Dagang Surplus, Airlangga Happy
Senada dengan Karyono, Sekretaris PWI DKI Jakarta, Kesit B Handoyono, menyatakan, tantangan pers semakin berat dengan adanya media sosial yang begitu banyak dengan arus golabalisasi yang makin cepat. Situasi ini menjadikan pers harus bisa menjadi penyeimbang.
"Pers harus bisa memberikan informasi yang relevan dengan mengecek berita tersebut supaya tidak menjadi hoaks. Selain itu, pers harus bisa menguji kebenaran berita-berita yang bertebaran di kalangan masyarakat sehingga bisa meminimalisir berita yang tidak semestinya," ujar Kesit.
Helmi Fajar Andrianto, Plt Kabag Pelayanan Informasi Biro Humas Kementerian Kominfo, mengatakan, saat ini, hoak adalah musuh bersama yang harus ditiadakan. Karena ini menjadi sebuah polemik di kalangan masyarakat terkait informasi yang berlaku.
Baca juga : Laba Naik, Mandri Syariah Bangun Masjid Di Cipali
"Hampir 160 juta rakyat Indonesia menggunakan internet untuk mengakases berita media. Maka dari itu berita yang tidak relevan harus kita awasi sehingga tidak boleh terjadi berita yang tidak sesuai fakta," terang Helmi.
Pegiat millenial, Reza Pahlevi, memaparkan, hampir di seluruh belahan dunia mana pun, anak muda selalu mengambil peran penting dalam setiap momentum perubahan. Menurut Reza, Indonesia sudah punya Sumpah Pemuda, yang pemantik untuk memproklamirkan kemerdekan.
"Pemuda harus bisa menjadi orang-orang yang selalu berpikir solutif. Karena dalam diri pemudalah benih-benih intektulaitas itu tumbuh subur dan segar. Pemuda harus bisa mengkaji setiap permasalahan yang ada supaya bisa membantu bangsa dan negara, mengahadapi bonus demografi yang dicita-citakan semua negara," tandas Reza. [KW]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya