Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
SMC Usul Menteri Agama Kabinet Prabowo Dari Kalangan Intelijen
Selasa, 16 Juli 2024 18:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat Politik dari Lembaga Kajian Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan mengusulkan Presiden terpilih Prabowo Subianto agar mengangkat Menteri Agama (Menag) dari kalangan intelijen. Syahganda yakin Menag dari kalangan intelijen mampu mengawasi langsung kelompok-kelompok tertentu dan agendanya terkait Israel di Indonesia.
"Sebab, rencana Prabowo menggerakkan 3 batalyon tentara ke Palestina dan penggalangan secara intensif masyarakat internasional untuk pembebasan Palestina akan terhambat jika ada unsur-unsur masyarakat yang mungkin terinfiltrasi agenda Israel di Indonesia," ujar Syahganda, Selasa (16/7/2024).
Baca juga : Pengamat: Jangan Benturkan Ucapan Prabowo Soal Keamanan Dengan Program Jokowi
Syahganda mengatakan bahwa agenda Prabowo untuk membebaskan Palestina dari penjajahan Israel harus didukung secara totalitas oleh rakyat Indonesia. Menurut dia, dukungan itu bisa berupa ikut serta dalam gerakan BDS (Boycott, Divestment, Sanctions), penggalangan donasi maupun doa untuk rakyat Palestina.
"Pemerintah sendiri juga harus mulai memboikot penggunaan produk-produk Israel," ungkap Syahganda merespons lima orang yang mengatasnamakan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) berkunjung ke Israel.
Baca juga : Cerita Sudaryono Usulkan Hapus Kartu Tani Ke Prabowo Demi Sejahterakan Petani
Dalam kunjungan itu, lima pemuda tersebut bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog.
Syahganda mengatakan, Indonesia secara resmi tidak mengakui negara Israel, sehingga tidak mungkin ada kunjungan orang Indonesia ke pejabat negara Israel tanpa sebuah hubungan konspiratif yang mungkin membahayakan agenda kebangsaan Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya