Dark/Light Mode

Pengamat: Jangan Benturkan Ucapan Prabowo Soal Keamanan Dengan Program Jokowi

Minggu, 14 Juli 2024 14:28 WIB
Pengamat militer dan Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi. (Foto : ist)
Pengamat militer dan Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi. (Foto : ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat militer sekaligus Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi berharap publik jangan membenturkan pernyataan Menteri Pertahanan dan presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi soal pertahanan dan keamanan negara  saat memberikan pembekalan kepada 906 calon perwira remaja TNI-Polri 2024 di Jakarta pada Jumat (12/7).

Sebelumnya, Prabowo mengatakan pembangunan bakal sia-sia belaka kalau negara tidak mampu melindungi rakyatnya.

Khairul menyayangkan persepsi beberapa pihak yang kemudian membenturkan pernyataan Prabowo ini dengan program infrastruktur Jokowi.

Baca juga : Prabowo Disiplin Dan Prudent Kelola Fiskal

“Menurut saya pernyataan Prabowo itu logis dan tidak salah. Apalagi ketika disampaikan di hadapan para calon perwira remaja TNI dan Polri yang nantinya akan menjadi ujung tombak dan tulang punggung pegelolaan pertahanan dan keamanan negara,” katanya kepada wartawan, Minggu (14/7).

“Memotivasi dan mengajak berpikir strategis terkait apa yang akan menjadi tugas mereka nanti, adalah hal yang wajar,” sambungnya.

Khairul mengatakan sebenarnya keamanan negara dan sektor pembangunan bukan hal yang berbenturan.

Baca juga : Pengembangan Kasus Suap Pokir, KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Jatim

“Tidak perlu juga dibenturkan, apalagi diarahkan pada pembentukan persepsi politis yang sempit dan dangkal. Padahal tanpa pertahanan yang kuat dan keamanan yang terjamin, apakah pembangunan ekonomi masih tetap mungkin bisa berjalan dengan baik?” ujarnya.

Adapun menurutnya masalah kedaulatan, ketahanan nasional, keamanan nasional, keselamatan bangsa, itu isu yang penting. Dalam hal ini, pangan, energi, kesejahteraan rakyat, itu semua terkait ke dalamnya. Karena itu menjadi kepentingan nasional yang harus diutamakan.

“Prasyarat utama pertumbuhan dan perputaran roda ekonomi itu adalah hadirnya stabilitas. Sementara Indonesia sedang memasuki masa di mana lingkungan strategisnya diliputi kondisi dinamis yang ditandai perubahan cepat, ketidakpastian, kerumitan dan kekaburan informasi. Kondisi ini populer disebut sebagai VUCA, akronim dari vvolatilitas, uncertainty, compexity  dan ambiguity,” jelasnya.

Baca juga : Lintasarta Komit Berikan Pelayanan dan Keamanan Data Standar Tinggi

“Jadi ini soal bagaimana sektor-sektor ini bisa sama-sama berjalan, baik secara paralel maupun simultan," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.