Dark/Light Mode

Buntut Heli Jatuh Di Bali

Netizen Ributin Pentingnya Dibuat Aturan Main Layangan

Minggu, 21 Juli 2024 07:25 WIB
Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memeriksa helikopter Bell-505 dengan nomor registrasi PK-WSP yang mengalami kecelakaan di kawasan Suluban, Badung, Bali, Sabtu (20/7/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/tom)
Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memeriksa helikopter Bell-505 dengan nomor registrasi PK-WSP yang mengalami kecelakaan di kawasan Suluban, Badung, Bali, Sabtu (20/7/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/tom)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jatuhnya helikopter dengan registrasi PK-WSP di kawasan Kuta Selatan, Bali, Jum’at (20/7/2024), mendapat sorotan netizen. Kecelakaan yang terjadi lantaran lilitan tali layangan itu memunculkan desakan adanya pengaturan terhadap permainan layangan agar tidak mengganggu penerbangan.

Video jatuhnya helikopter dengan registrasi PK-WSP di Kawasan Kurta Selatan beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, nampak helikopter berwarna putih itu ringsek sesaat setelah mena­brak tebing.

Di akhir video, si perekam memperlihatkan, ass dari baling-baling helikopter yang jatuh, terlilit tali layangan. “Itu kena layangan,” ujar si perekam video.

Baca juga : Whoosh Bakal Berikan Banyak Dampak Positif

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membenarkan helikop­ter yang jatuh di kawasan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, terjatuh karena terlilit tali layangan.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah menerima laporan kecelakaan helikopter PK-WSP tipe Bell 505 milik PT Whitesky Aviation di Suluban Pecatu, Kuta Selatan, Bali, Jumat, 19 Juli 2024, pukul 15.33 LT (local time) akibat terlilit tali layangan,” ujar Kepala Bagian Kerja Sama Internasional Humas dan Umum Ditjen Hubud Kemenhub Mokhammad Khusnu.

Menurut Khusnu, helikopter tengah membawa satu pilot dan empat penumpang saat kecelakaan terjadi. Dia memas­tikan, semua orang di dalam helikopter itu selamat.

Baca juga : 26 Wilayah Jakarta Masuk Zona Merah

Kemenhub, melalui Ditjen Hubud akan melakukan sosial­isasi dan pengawasan yang lebih intensif, perihal bahaya bermain layangan terlalu tinggi.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan Penjabat (Pj) Gubernur Bali dan seluruh kepala dae­rah di wilayah Bali, agar tidak membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Kantor Basarnas Bali atau Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya menjelas­kan, helikopter take off dari he­lipad GWK, pukul 14.33 WITA. Menurut dia, heli tersebut belum lama mengudara, jatuh sekitar pukul 14.37 WITA.

Baca juga : Skuad Garuda Tak Ciut Nyali

“Heli melakukan tour wisata. Pada baling-baling terdapat lili­tan tali senar diduga tali layang-layang yang nyaktur saat pener­bangan. Tiga orang penumpang dibawa ke RS Siloam dengan menggunakan ambulans,” un­gkapnya.

Sidakarya juga mengungkap nama-nama penumpang yang ada dalam heli tersebut. Berdasarkan manifest heli, nama penumpang heli yang jatuh, Dedi Kurnia sebagai pilot, kemudian penumpang, Russel James Harris asal Australia, Eloira Decti Paskilah asal Indonesia, Christophe Pierre Marrot Castellat asal Australia, dan Oki asal Indonesia selaku crew.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.