Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
“RSCM ini kan pusat rujukan nasional. Di Jakarta saja bisa dihitung jari tempat cuci darah pada anak. Jadi, nggak semua RS bisa melayani,” katanya.
Kondisi tersebut, lanjutnya, diperburuk dengan jumlah dokter nefrologi anak yang masih minim. Sejauh ini, hanya 32 dokter ginjal anak yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia.
Sementara, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra mendorong pengawasan ketat terhadap makanan yang beredar di masyarakat, terutama untuk produk-produk yang gemar dikonsumsi oleh anak-anak. Pasalnya, banyak anak yang mengkonsumsi makanan dengan kandungan gula, garam dan lemak berlebih, yang menjadi salah satu penyebab gangguan ginjal pada anak.
“Saya kira kemasan makanan sekarang jadi barang mewah, menjadi industri viral dengan kemasan-kemasan yang luar biasa menarik untuk anak. Kami mendorong sosialisasi tentang gejala gangguan ginjal pada anak dan cara untuk mencegahnya,” tegasnya.
Baca juga : Cek Rutin Instalasi Listrik Dan Wajib Punya Alat Pemadam
Di media sosial X, netizen ramai membahas banyak anak yang harus menjalani cuci darah. Akun @Vmbelink menilai, banyaknya kasus penyakit berat pada anak lantaran orang tua salah kaprah soal tanda-tanda anak yang sehat.
“Biasanya, orang tua bangga dengan anaknya yang gemuk, ternyata belum tentu sehat. Selain kelainan bawaan, gaya hidup tidak sehat juga dapat menyebabkan anak perlu menjalani cuci darah, terutama anak dengan obesitas,” ujarnya.
Akun @5krich menyatakan, banyaknya pasien cuci darah di RSCM, baik pasien dewasa maupun anak-anak, bukan persoalan baru.
“Itu bukan lonjakan kasus. Biasanya, yang baru ke RSCM bakal kaget, padahal itu biasa aja. Di sana banyak anak kecil cuci darah. Apalagi kalau lihat pasien yang rawat inap, kita bakalan bersyukur masih diberi nikmat sehat,” ungkapnya.
Baca juga : Tim Garuda Muda Siap Gempur Harimau Malaya
Akun @just_non menambahkan, di rumah sakit lain, pasien anak yang menjalani cuci darah sudah jadi pemandangan biasa.
“Di RS Fatmawati, banyak anak umur belasan tahun sudah cuci darah. Dokter bilang penyebab utamanya, konsumsi minuman manis kemasan dan kurang minum air putih,” ungkapnya.
Sementara itu, akun @rizqiedvi mengusulkan minuman berpemanis buatan dikenai cukai yang tinggi. Sebab, telah terbukti menimbulkan banyak penyakit atau gangguan kesehatan.
“Usul, minuman berpemanis sebaiknya dikenakan cukai 50 persen. Jadi, harganya mahal dan tidak terjangkau oleh anak-anak. Apalagi dalam situasi minim akses kesehatan untuk melakukan cuci darah,” pintanya.
Baca juga : Pelatih Kanada Dipecat!
Akun @oregi10 menyatakan, anak-anak yang sudah sering mengkonsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi berpotensi mengalami gangguan ginjal.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 27 Juli 2024 dengan judul Ada Yang Datang Dari Luar Jawa, 60 Anak Cuci Darah Di RSCM
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya