Dark/Light Mode

Literasi Digital Bekali Generasi Muda Lindungi Keamanan Privasi Digital

Selasa, 6 Agustus 2024 20:39 WIB
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, Eko Prasetya dalam sambutannya di acara Talk Show Festival Literasi Digital Makin Cakap Digital 2024 Tips dan Trick Menjaga Keamanan Privasi Secara Digital” di SMAN 1 Baubau, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Senin (5/8/2024). (Foto: Istimewa)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, Eko Prasetya dalam sambutannya di acara Talk Show Festival Literasi Digital Makin Cakap Digital 2024 Tips dan Trick Menjaga Keamanan Privasi Secara Digital” di SMAN 1 Baubau, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Senin (5/8/2024). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Literasi Digital menjadi bekal bagi generasi muda untuk senantiasa menjaga privasinya di dunia digital.

Tidak dapat dipungkiri, perluasan akses teknologi digital dapat mendatangkan ancaman risiko dalam keamanan privasi digital.

“Salah satu aspek penting dari literasi digital adalah kesadaran akan pentingnya privasi digital. Kita harus memahami betapa berharganya data pribadi kita, maka kalian sebagai generasi muda harus lebih berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi di segala jenis platform digital,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, Eko Prasetya dalam sambutannya di acara Talk Show Festival Literasi Digital Makin Cakap Digital 2024 “Tips dan Trick Menjaga Keamanan Privasi Secara Digital” di SMAN 1 Baubau, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Senin (5/8/2024).

Tidak hanya harus sekadar berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi, lanjut Eko, generasi muda juga harus pandai dalam membuat password yang kuat untuk menghindari ancaman kejahatan digital.

Baca juga : Lewat TEY, Toyota Ajak Generasi Muda Peduli Bumi

“Kalau kita bikin password biasanya itu kan yang hal-hal yang biasa dekat dengan kita dan kita nyaman. Tapi kenyataannya, keamanan itu berbanding terbalik dengan kenyamanan, jadi kita harus berhati-hati saat membuat password,” ujar Eko.

Ia menjelaskan, bahwa ancaman kejahatan digital tidak hanya terjadi dari password yang dibobol.

Namun juga bisa terjadi karena kecerobohan diri sendiri karena kurang bijak dalam menjaga informasi pribadi.

“Contohnya ketika kalian belanja online, coba sisihkan waktu satu menit untuk menghapus data-data penting yang tertera di bungkus paket. Karena kejahatan digital bisa datang dari mana aja dan kapan aja,” jelas Eko.

Baca juga : Dukung Literasi Digital di Multi Platform, Nobu Bank Gaungkan Pengunaan QRIS

Eko mengigatkan generasi muda harus membangun kesadaran tinggi dalam memanfaatkan teknologi secara maksimal.

Sementara itu, Guru SMAN 1 Kota Baubau, Musbartig mengatakan, pemahaman etika digital yang baik dapat menyelamatkan diri dari jenis ancaman yang ada di ruang digital.

“Etika digital adalah serangkaian prosedur yang dibuat untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan oleh pengguna teknologi. Pengguna teknologi harus menjaga etika digital untuk melindungi diri dari kerugian yang bisa menimpa kita,” tutur Musbartig.

Menurutnya, perlu adanya hal-hal yang diperhatikan dalam menjaga etika digital yang baik. Contohnya dengan berhati-hati jika ingin membagikan suatu informasi khususnya yang bersifat privasi.

Baca juga : Sarasehan di Surabaya, Abdi Edison Ajak Generasi Muda Kawal Pilkada

“Kalau zaman dulu ada istilah mulutmu harimaumu, tapi kalau sekarang adalah jarimu harimaumu. Karena jika kita tidak hati-hati dalam mengetik sesuatu di internet, kita harus terima segala konsekuensinya,” pungkasnya.

Kegiatan festival literasi digital yang dihadiri oleh 2.414 pelajar SMAN 1 dan SMPN 1 Baubau ini berhasil mengedukasi generasi muda dalam menjaga privasi dan keamanan digital.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.