Dark/Light Mode

Survei Perspektif Anak Muda Terhadap Ibu Kota Baru

Anggap Kota Cerdas, 60 Persen Gen Z Siap Pindah Ke IKN

Sabtu, 10 Agustus 2024 08:20 WIB
Istana di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Istana di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

 Sebelumnya 
Selain itu, Byond juga menam­pung harapan generasi Z terhadap pembangunan proyek IKN. Dijelas­kan Zagy, generasi Z berharap ke­pada Pemerintah agar mengedepankan enam aspek dalam membangun IKN. Yaitu kota yang unggul dalam daya saing global, Net Zero Carbon Emis­sion dan 100 persen Renewable Energy, penguatan infrastruktur dan kawasan terintegrasi, pembangunan transformasi massal, pembangunan kawasan industri dan keberlanjutan, dan populasi penduduk stabil.

"53 persen generasi Z ingin IKN itu sebagai kota dengan energi rendah karbon. Karena tren sekarang sudah ada yang namanya perubahan iklim," tutur Zagy.

Pada kesempatan itu, Panelis yang juga ASN Muda, Ainun Fajri Yani mengamini, temuan Byond. Dia bilang, mayoritas ASN siap migrasi ke Ibu Kota baru. Tapi, asas sustainable harus dijunjung. “Jangan sampai kami pindah sekarang, kemudian tidak ada pem­bangunan setelahnya," sebut Ainun.

Ainun juga mengaku lebih memilih pindah ke IKN pada 2030. Dia yakin, di tahun tersebut pembangunan infra­struktur IKN hampir rampung. "Na­mun, pada dasarnya sebagian besar dari kami atau mungkin hampir semuanya itu sudah cukup siap untuk pindah demi menyambut IKN," pungkas dia.

Baca juga : Hari Ini, Merah Putih Dan TeksĀ Proklamasi Dikirab Ke IKN

Pada kesempatan ini, Byond juga menerima beberapa pertanyaan dari peserta online. Salah seorang peserta bernama Muhammad Diparesa yang menanyakan pandangan Zagy me­ngenai nasib penduduk lokal dengan adanya pembangunan IKN.

"Apakah Kak Zagy melihat adanya strategi yang efektif untuk memastikan bahwa pembangunan ini akan mening­katkan kesejahteraan semua lapisan masyarakat, terutama masyarakat lokal," tanya Diparesa.

Menurut Zagy, pembangunan IKN memang harus menyentuh semua kebutuhan stakeholders. Khususnya stakeholders dari penduduk lokal. Ma­ka itu, Pemerintah harus mengetahui karakteristik penduduk Kalimantan.

"Jadi, Pemerintah itu perlu melibat­kan generasi Z untuk menjembatani komunikasi atau pemberdayaan kepa­da masyarakat lokal, demi mewujud­kan asas kesetaraan dari pembangunan IKN," pungkas Zagy.

Baca juga : Bukan Syaikhu, Bukan Sohibul, Apakah Saras?

Adapun survei ini dilakukan dengan metodologi kualitatif dan kuantitatif. Melibatkan 470 responden yang beru­sia 20-21 tahun dari gender laki-laki dan perempuan. Pengambilan data pada survei dilakukan dalam rentang waktu 3-5 Agustus 2024.

Untuk diketahui, berdasarkan Per­aturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2022 tentang Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara (IKN), dalam BAB VI disebutkan pembangunan IKN dibagi dalam lima tahapan.

Tahap I (2022-2024). Tahap ini merupakan pemindahan tahap awal. Tahap II (2025-2029) membangun IKN sebagai area inti yang tangguh.

Tahap III (2030-2034) melanjutkan pembangunan IKN dengan lebih progresif.

Baca juga : Menteri LHK Ingatkan Keberlanjutan Lingkungan

Tahap IV (2035-2039) membangun seluruh infrastruktur dan ekosistem tiga kota untuk percepatan pem­bangunan Kalimantan. Sedangkan, Tahap V (2040-2045) mengokohkan reputasi IKN sebagai kota dunia untuk semua.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 10 Agustus 2024 dengan judul Survei Perspektif Anak Muda Terhadap Ibu Kota Baru, Anggap Kota Cerdas, 60% Gen Z Siap Pindah Ke IKN

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.