Dark/Light Mode

Eksklusif Dengan Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof KH Nasaruddin Umar

“Saya Belum Pernah Menyaksikan Suksesi Kepemimpinan Sehalus Seperti Sekarang Ini”

Jumat, 16 Agustus 2024 08:00 WIB
Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. KH Nasaruddin Umar. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. KH Nasaruddin Umar. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Prof, terkait rencana kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia yang juga diagendakan akan berkunjung ke Istiqlal, bagaimana persiapannya?

Iya ini kan tamu negara ya, kebetulan akan berkunjung ke Istiqlal. Jadi, siapa yang mengundang, kami tidak tahu. Kita kebagian menerima kunjungan, maka kita persiapkan seperti kepala negara-kepala negara yang selalu datang ke Indonesia, selalu juga mampir berkunjung ke Istiqlal. Namun, saya selaku pribadi dan Imam Besar, mohon maaf karena banyaknya orang mau diundang, tapi undangannya terbatas.

Rencananya, Paus Franiskus akan diterima di ruangan mana Prof?

Baca juga : Indonesia Ajak ASEAN Berantas Kasus TPPO

Paus tidak masuk di Masjid, hanya di kemah, di luar situ ya, karena faktor kesehatan, jadi beliau tidak bisa naik ke lantai dua. Jadi, kita buatkan tenda di dekat terowongan, dan dekat dari mobilnya turun. Jadi tidak sempat dan tidak bisa naik ke atas.

Bagaimana pandangan Prof terkait kedatangan Paus Fransiskus ini?

Itu membuktikan bahwa Indonesia ini mampu menjadi sebuah negara yang diperhitungkan sebagai sebuah negara yang aman, penuh persahabatan, negara yang menghargai tamu, negara yang memiliki solidaritas dan toleransi yang sangat tinggi. Kita bukan negara mayoritas Katolik, bahkan kita mayoritas muslim terbesar, tapi dipilih oleh Paus, itu satu poin tersendiri. Kalau Paus mengunjungi daerah-daerah Eropa yang mayoritas Katolik, itu biasa, tapi kesediaan Paus menuju Indonesia, itu hal yang luar biasa. Kita patut bangga, orang seperti Paus mau mengunjungi Indonesia, itu lambang atau sekaligus legitimasi tentang ketenangan, keamanan bangsa Indonesia. Tidak mungkin pemimpin dunia akan berkunjung ke suatu negeri kalau negeri itu dianggap ada masalah. Bahaya kan, apalagi Paus yang punya legitimasi besar. Tidak mungkin Paus akan masuk ke sebuah negara yang negara itu ada semacam diskriminasi, penindasan dan lain sebagainya.

Baca juga : KPPU Harus Pro-Kepentingan Nasional

Jadi, kedatangan Paus Fransiskus ini sangat bermanfaat sekali buat bangsa ini?

Keberadaan Paus ke sini menjadi legitimasi bahwa bangsa kita ini dianggap bangsa yang sukses. Sebagai bangsa Indonesia, tentu kita bersyukur dengan kehadiran tamu-tamu besar, para kepala negara, aktif dan rajin berkunjung ke Indonesia, karena ini satu simbol bahwa Indonesia itu negara yang pintar dan sangat santun menerima tamu. Ini kan mencontoh Nabi juga, Nabi itu masjidnya rajin dikunjungi tokoh lintas agama. Jadi, apa yang kita lakukan di Istiqlal itu adalah mencontoh masjidnya Nabi. Bagaimana menjadikan Masjid itu sebagai lembaga pengeratan antar satu sama lain, dan ini kita praktikkan.

Apa pesan Prof kepada masyarakat terkait kunjungan Paus Fransiskus ini?

Baca juga : Pemerintahan Prabowo Mau Bikin Badan Karbon

Saya mohon kepada warga masyarakat bangsa Indonesia, jadilah penerima tamu yang baik, jadilah tuan rumah yang baik. Kenapa, karena ini perintah agama. Semua agama mengharuskan umatnya untuk menghargai tamunya. Kemudian, saya juga mengimbau kepada warga masyarakat, mari kita mengambil hikmah dari kunjungan Paus ini. Saya menyaksikan sendiri bagaimana Paus itu selalu menyampaikan kalimat-kalimat yang mencerahkan. Mudah-mudahan kunjungan Paus di Indonesia itu lebih mempererat kerjasama kita antar umat beragama.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 16 Agustus 2024 dengan judul Eksklusif Dengan Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof KH Nasaruddin Umar, “Saya Belum Pernah Menyaksikan Suksesi Kepemimpinan Sehalus Seperti Sekarang Ini”

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.