Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh hati rakyat Indonesia yang kecewa terhadap kepemimpinannya selama dua periode terakhir.
Hal itu disampaikan Jokowi, dalam pidato kenegaraan Sidang Tahunan MPR yang terakhir kali baginya, dalam rangka HUT RI ke-79 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8).
Karena menurutnya, masa jabatan sepuluh tahun bukanlah waktu yang cukup panjang untuk mengurai semua permasalahan bangsa.
Baca juga : Jokowi Serahkan Nasib Joni Si Pemanjat Tiang Bendera Ke Panglima TNI
"Saya sangat menyadari bahwa sebagai pribadi yang jauh dari kata sempurna, sebagai insan yang tumbuh dalam segala keterbatasan, dan sebagai manusia yang jauh dari kata istimewa," kata Jokowi.
Dengan keterbatasan itu, Jokowi memgaku sangat mungkin ada celah dari langkah-langkah yang diambil dan luput dari pandangannya.
"Sangat mungkin banyak kealpaan dalam diri saya," tuturnya.
Baca juga : Jokowi: Kepedulian Masyarakat Dan Pemerintah Kunci Bumi Yang Sehat
Karena itu, di penghujung masa kepemimpinannya, Presiden Jokowi menyampaikan permohonan maaf bersama Wakil Presiden Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin kepada seluruh rakyat Indonesia.
"Mohon maaf untuk setiap hati yang mungkin kecewa, untuk setiap harapan yang mungkin belum bisa terwujud, untuk setiap cita-cita yang mungkin belum bisa tergapai," ucapnya.
"Sekali lagi, kami mohon maaf. Ini adalah yang terbaik, yang bisa kami upayakan bagi rakyat Indonesia, bagi bangsa dan negara Indonesia," tambah Jokowi.
Baca juga : Putra Bungsu Jokowi Sebut Permintaan Maaf Presiden Hal Yang Manusiawi
Ia menyadari bahwa hasil yang dicapai pada saat ini belum tuntas dan belum sepenuhnya sesuai dengan harapan dan keinginan rakyat Indonesia.
"Namun, saya yakin dan percaya dengan persatuan dan kerja sama kita, dengan keberlanjutan yang terjaga, Indonesia sebagai negara yang kuat dan berdaulat akan mampu melompat dan menggapai cita- cita Indonesia Emas 2045," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya