Dark/Light Mode

Mengenal Paus Fransiskus, Pemimpin Agung Katholik Pembawa Pesan Persaudaraan

Senin, 26 Agustus 2024 20:48 WIB
Pemimpin Agung Gereja Katholik Dunia Sri Paus Fransiskus. (Foto: Vatican Media)
Pemimpin Agung Gereja Katholik Dunia Sri Paus Fransiskus. (Foto: Vatican Media)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tak lama lagi, Indonesia akan menyambut seorang tamu istimewa, Sri Paus Fransiskus, Pemimpin Agung Gereja Katholik Dunia. Sri Paus akan berkunjung ke Jakarta pada 3 hingga 6 September 2024. Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Vatikan dan Indonesia, serta membawa pesan perdamaian, dan dialog antaragama, yang telah menjadi ciri khas kepemimpinan Sri Paus.

Juru Bicara Panitia Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, Romo Thomas Ulun Ismoyo menceritakan secara singkat sosok Paus Fransiskus. Kata dia, Paus Fransiskus, yang sebelumnya dikenal sebagai Kardinal Jorge Mario Bergoglio dari Argentina, adalah Paus pertama dari Amerika Latin, dan juga yang pertama berasal dari Ordo Jesuit. 

Sejak awal masa kepausannya, Paus Fransiskus telah menarik perhatian dunia dengan gaya kepemimpinannya yang sederhana, rendah hati, dan penuh belas kasih.

Baca juga : Mohon Doa, Kunjungan Paus Fransiskus Ke Indonesia Lancar

"Paus Fransiskus memang pemimpin Gereja Katholik, tapi gagasan dan ide-idenya melampaui batas-batas agama. Sri Paus sangat peduli terhadap kemanusiaan, perdamaian, dan kesejahteraan umat manusia,” kata Romo Ulun, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka/RM.id, di Wisma Uskup Agung Jakarta, medio Agustus lalu. 

Kepedulian Sri Paus terhadap kemanusiaan dan perdamaian itu tercermin dalam berbagai inisiatifnya. Salah satu contoh penting adalah pertemuan bersejarah di Abu Dhabi pada 2019. Dalam pertemuan ini, Sri Paus bersama Imam Besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed el-Tayeb, menandatangani dokumen yang dikenal sebagai "Persaudaraan Manusia". 

Dokumen ini menegaskan komitmen kedua tokoh agama untuk mempromosikan perdamaian, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama. 

Baca juga : Ingat, WNI Wajib Kantongi Dokumen Lengkap Imigrasi

Romo Ulun menambahkan, Sri Paus juga sangat vokal dalam mempromosikan perdamaian, terutama di tengah situasi dunia yang masih diwarnai konflik dan perang. 

“Sri Paus juga selalu mempromosikan perdamaian. Karena sampai sekarang masih banyak pemimpin negara ngotot untuk berperang. Apa yang selalu dipromosikan Sri Paus adalah perdamaian dan maju ke meja perundingan,” tegasnya.

Romo Ulun mengungkapkan, pengaruh Sri Paus itu tidak hanya dirasakan oleh umat Katholik, tetapi juga oleh komunitas global. Pada 2013, Majalah Time menobatkan Paus Fransiskus sebagai "Person of the Year". Penghargaan ini diberikan hanya beberapa bulan setelah ia terpilih sebagai Paus pada 13 Maret 2013.

Baca juga : Darmizal: Permintaan Maaf Jokowi Bukti Pemimpin Tulus, Bukan Pencitraan

Time memilih Paus Fransiskus karena pendekatannya yang progresif dalam memimpin Gereja Katholik, gaya hidupnya yang bersahaja, dan visi yang dinilai relevan dengan kebutuhan dunia. Termasuk komitmen Bapa Suci terhadap perdamaian, keadilan sosial, dan dialog antarumat beragama.

Romo Ulun menambahkan bahwa ide-ide yang dibawa oleh Paus Fransiskus bukan hanya milik Gereja Katolik, tetapi juga bersifat universal dan relevan bagi semua orang. Inilah yang membuat Sri Paus menjadi figur yang dihormati tidak hanya oleh umat Katholik, tetapi juga oleh masyarakat dunia. 

“Karena ide-ide yang dibawa adalah ide universal, yang bukan hanya concern saya, tapi juga kita semua,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.