Dark/Light Mode

Indodax Kena Retas, Akses Ke Situs Dimatikan

“Semoga Cepat Pulih Lagi Ya...”

Sabtu, 14 September 2024 07:25 WIB
Platform jual beli aset kripto terbesar di Indonesia, Indodax mengalami peretasan. (Foto: Istimewa)
Platform jual beli aset kripto terbesar di Indonesia, Indodax mengalami peretasan. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Platform jual beli aset kripto terbesar di Indonesia, Indodax, jadi trending topic. Pasalnya, platform tersebut mengalami peretasan yang mengharuskan pengelola mematikan akses ke situs web (website) dan aplikasinya.

Perusahaan keamanan internet Cyvers Alerts menyatakan, jumlah kerugian yang dialami Indodax awalnya ditaksir sebesar 14 juta dolar AS atau Rp 221 miliar. Ratuan miliar uang itu mengalir ke sejumlah alamat anonim yang mencurigakan.

Namun, setelah dilakukan pendalaman lebih lanjut, Cyvers Alerts menemukan lebih dari 150 transaksi mencurigakan lain. Jadi, total kerugian yang diterima Indodax akibat per­etasan itu mencapai 20,58 juta dolar AS.

Baca juga : Anak Copot Jabatan Ayahnya Di Beringin

“Minggu ini kami menandai peretasan senilai 20,58 juta dolar AS di bursa kripto terbesar di Indonesia, @indodax, dari txs pertama, secara real time,” tulis CyversAlerts dalam akun X mi­liknya, @CyversAlerts, dikutip Jumat (13/9/2024).

Founder Indodax Oscar Darmawan membenarkan adanya aksi peretasan terhadap platform yang diasuhnya.

“Sistem transaksi kami mengalami peretasan. Kami akan melakukan investigasi dan pemeliharaan menyeluruh,” ujarnya.

Baca juga : Duh Serem, Penularan TBC Di DKI Masih Masif

Selama proses investigasi dilakukan, sambung Oscar, plat­form maupun website Indodax tidak bisa diakses. Namun, dia memastikan seluruh aset para pengguna dijamin aman, baik yang masih berupa kripto maupun sudah ditukar ke dalam rupiah.

Ditanya sampai kapan Indodax berada dalam status “maintenance”, Oscar belum bisa menjawab.

“Kami masih melakukan forensik untuk memastikan sistem aman, kemudian sistem akan kami hidupkan kembali,” imbuhnya.

Baca juga : Manchester City Vs Brantford, Waspada, Amukan Haaland Kambuh

Berdasarkan pantauan Rakyat Merdeka, Jumat (13/9/2024), website indodax.com hanya bisa dibuka di halaman muka. Halaman-halaman lain web tersebut belum bisa diakses.

“Mohon maaf. Indodax se­dang dalam pembaruan sistem, untuk meningkatkan kenya­manan transaksi anda,” bunyi pengumuman Indodax.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan mengatakan, pihaknya telah memanggil pengelola Indodax, PT Indodax Nasional Indonesia, atas dugaan peretasan tersebut.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.