Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemajuan Teknologi Lahirkan Banyak Peluang Inovatif, Jejak Digital Mestinya Makin Positif
Senin, 23 September 2024 18:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kemajuan teknologi digital memiliki begitu banyak manfaat terhadap kelangsungan karier dan pekerjaan. Salah satunya, memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut untuk membangun reputasi positif yang mengantar peluang prestasi belajar dan karier lebih berkilau di masa depan. Sayangnya, di kalangan pelajar, peran itu masih belum terlalu disadari.
Masih banyak pelajar yang iseng bermedia sosial, kepoin kehidupan artis dan beragam aktivitas digital yang kurang produktif. "Padahal saat ini, dengan beragam aplikasi Artificial Intelligence (AI), kita bisa membuat beragam karya sekaligus memperkaya wawasan belajar di kelas,” ujar dosen UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Deny Yudiantoro.
Deny menyampaikan hal itu saat tampil sebagai narasumber dalam Webinar Literasi Digital untuk segmen pendidikan, yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Rau, di Kabupaten Kampar, Senin (23/9/2024). Webinar ini mengambil topik, ”Waspada Rekam Jejak di Internet”.
Deny menambahkan, dengan aplikasi modern, jejak digital pelajar mestinya makin inovatif, karena melahirkan banyak peluang karya positif, di samping prestasi belajar semakin menantang. ”Dengan begitu, jejak digital kita seharusnya akan merekam prestasi yang gemilang dan positif, bukan sebaliknya,” ucap Deny, dalam webinar yang dipandu moderator Nabila Amanda Putri.
Masih menurut Deny, untuk merawat rekam jejak digital agar selalu positif, peran guru dan orang tua sangat penting. Utamanya dalam menjaga siswa agar bijak saat mengakses link media sosial dan tidak sembrono menyebar berlebihan (over sharing) konten dengan beragam akun medsosnya.
Baca juga : Gelar IIRC 2024, Bulog Tekankan Langkah Inovatif Hadapi Tantangan Global
”Kalau salah dan tidak berhati-hati, banyak dampak negatif bisa ditimbulkan yang mengancam serius karier belajar siswa,” ucap Deny.
Diskusi online kali ini berlangsung semarak. Diikuti ratusan siswa madrasah, guru dan staf kependidikan, yang menyimak materi dengan menggelar nonton bareng (nobar) dari sekolah masing-masing. Di antaranya, siswa MAN 1 Kampar, MTs Negeri 1 Kampar, MTs Negeri 2 Kampar, MTs Negeri 3 Kampar, MTs Negeri 5 Kampar, MTs LKMD Kasikan, MTs Pondok Pesantren Darul Fatah, MTs Himmatul Umah Tapung, MAS Himatu Ummah, dan MAS Al Ikhsan Riau.
Dari sudut pandang berbeda, Helpdesk CBT Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau Syamsudin mengatakan, menjaga dan merawat jejak digital bisa dimulai dengan langkah sederhana. Misal, pelajar memulai dengan membuat konten belajar matematika yang sederhana. Bikin rumus jitu belajar matematika menjadi lebih gampang dan ringan.
”Lakukan hal itu dengan konsisten. Lewat konten yang dibuat, nanti kalian akan dikenal sebagai jago matematika. Tidak hanya dikenal, tapi bahkan bisa menjadi rujukan diskusi teman se-Kampar, bahkan se-Sumatera,” urai Syamsudin.
Di sini, tugas guru adalah memoles konten siswanya agar lebih menarik dan mudah dipahami siswa pencinta matematika. ”Dengan begitu, kalian bisa membantu guru menciptakan suasana belajar online matematika menjadi lebih seru dan menarik. Itu sekaligus menjadi latihan untuk menjaga dan membangun reputasi yang positif,” ucap Syamsudin.
Baca juga : Wamentan Ingin Hasilkan Lebih Banyak Orang Kaya Baru Dari Perkebunan
Menjaga otentisitas dan jejak digital dalam membangun personal branding sangat penting. Sebab, kata Syamsudin, sering terjadi kasus beasiswa atau peluang kerja yang batal karena kecerobohan siswa dalam merawat jejak digitalnya.
”Ternyata, 10 tahun kemudian, kecerobohan itu menjadi ancaman serius kalau diabaikan, bahkan bisa merusak karier,” pungkas Syamsudin.
Sementara itu, praktisi bisnis digital Riyanto mengingatkan siswa untuk tidak melupakan kesigapan dalam menjaga keamanan digital. Dia mengingatkan, jangan alpa menjaga keamanan akun pribadi saat mengakses media sosial dengan password yang kuat, unik, dan sedikit rumit.
”Bikin repot memang. Tetapi dengan autentifikasi dua faktor (2FA), jejak digital kita jadi lebih aman dari berbagai ancaman virus dan kejahatan digital yang merusak reputasi yang sudah susah payah kita bangun untuk terus positif,” pesan Riyanto.
Gelaran webinar di Kabupaten Kampar ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD). GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.
Baca juga : Menperin Dukung Inovasi Dan Digitalisasi Industri
Hingga akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan akhir 2024.
Tahun ini, program #literasidigitalkominfo mulai bergulir pada Februari 2024. Membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya