Dark/Light Mode

Jelang Pilkada & Transisi Pemerintahan, Jokowi Minta AFKUBI Jaga Kerukunan

Kamis, 26 September 2024 09:25 WIB
Presiden Jokowi usai acara Silaturahmi dengan Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Se-Indonesia (AFKUBI), yang digelar di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (25/09/2024). (Foto: BPMI Setpres/Kris)
Presiden Jokowi usai acara Silaturahmi dengan Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Se-Indonesia (AFKUBI), yang digelar di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (25/09/2024). (Foto: BPMI Setpres/Kris)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menghadiri silaturahmi dengan Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Se-Indonesia (AFKUBI), yang digelar di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (25/9). 

Acara silaturahmi ini menjadi momen penting untuk menguatkan komitmen dalam merawat kebinekaan dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. 

Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang hadir, serta menekankan pentingnya menjaga kerukunan, toleransi, dan persatuan di tengah keragaman bangsa Indonesia. 

Baca juga : Jelang Pilkada, Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni Minta ASN Jaga Netralitas

Presiden juga memperkenalkan konsep IKN sebagai kota hijau dengan emisi rendah, sekaligus sebagai pusat peradaban baru yang inklusif dan berkelanjutan.

“Di sini air quality indexnya, indeks kualitas udaranya itu di angka enam, padahal maksimal itu 50. Maksimal 50, tapi di sini hanya enam, dan di Jakarta kira-kira hariannya 190,” jelas Presiden.

Presidenjuga menyinggung sejarah panjang gagasan pemindahan ibu kota, yang telah ada sejak era Presiden Soekarno. Setelah melalui kajian mendalam selama beberapa tahun, diputuskan bahwa Kalimantan Timur, adalah lokasi yang paling tepat untuk ibu kota baru tersebut.

Baca juga : Pengamat dan Ekonom UI Apresiasi Capaian 10 Tahun Pemerintahan Jokowi

Selain itu, Presiden menyoroti pentingnya peran AFKUBI dalam menjaga kerukunan dan moderasi beragama di tengah dinamika sosial dan politik Indonesia. 
Jokowi mengajak seluruh pihak untuk terus membuka ruang dialog dan menjaga stabilitas sosial, terutama menjelang dua perhelatan besar yang akan datang, yakni transisi kepemimpinan nasional pada 20 Oktober 2024 dan pemilihan kepala daerah pada November mendatang.

“Jika ada isu yang berpotensi memecah belah, segera luruskan dalam suasana yang sejuk dan dalam suasana kesejukan agar stabilitas terus terjaga sehingga pembangunan bisa berlanjut dan pertumbuhan ekonomi kita sebagai sebuah bangsa besar bisa terus kita kembangkan,” ujar Presiden.

Jokowi menutup sambutannya dengan harapan agar upaya bersama dalam menjaga persatuan dan kerukunan dapat terus dilanjutkan demi kejayaan bangsa.

Baca juga : Siang Ini Presiden Jokowi Jajal Bandara Baru IKN


 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.