Dark/Light Mode

Ermalena Muslim Hadiri AFPPD, Bahas Kependudukan Dan Pembangunan Berkelanjutan

Selasa, 8 Oktober 2024 16:16 WIB
Sekretaris Forum Parlemen Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan (IFPPD) Ermalena Muslim Hasbullah saat pertemuan tahunan Asian Forum of Parliamentarians on Population and Development (AFPPD) di Bali, Senin (7/10/2024) dan berlangsung hingga Rabu (9/10/2024). Foto: Istimewa
Sekretaris Forum Parlemen Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan (IFPPD) Ermalena Muslim Hasbullah saat pertemuan tahunan Asian Forum of Parliamentarians on Population and Development (AFPPD) di Bali, Senin (7/10/2024) dan berlangsung hingga Rabu (9/10/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertemuan tahunan Asian Forum of Parliamentarians on Population and Development (AFPPD) resmi dibuka dengan mengusung tema “Mengatasi Tiga Pilar dan ICPD Paska 30 Tahun”. Pertemuan ini dibuka Senin di Nusa Dua, Bali (7/10/2024) dan berlangsung hingga Rabu (9/10/2024).

Pertemuan ini menjadi wadah diskusi penting bagi para anggota parlemen dari negara-negara Asia-Pasifik untuk membahas isu-isu kependudukan, pembangunan berkelanjutan, serta krisis perubahan iklim yang semakin mendesak.

Sekretaris Forum Parlemen Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan (IFPPD) Ermalena Muslim Hasbullah menegaskan pentingnya peran parlemen. Serta juga pengambil kebijakan lainnya untuk bersama-sama mengambil langkah-langkah agar isu kependudukan dan pembangunan dapat diatasi dengan baik.

Sebagai bagian dari Asia-Pasifik, Ermalena menjelaskan, Indonesia mempunyai permasalahan kependudukan yang relatif sama.

Baca juga : Remaja 16 Tahun Punya Kaki Dan Tangan Terbesar Di Dunia

Ada tiga dinamika kependudukan yang saat ini sedang dan akan terjadi di Indonesia. Yakni penurunan tingkat fertilitas yang sekarang sudah hampir mencapai replacement level 2.14 tahun 2023, dan cenderung akan terus menurun.

"Lambat atau cepat akan mengikuti kecenderungan dari negara-negara lain," ujar Ermalena Muslim Hasbullah, usai menghadiri pertemuan AFPPD di Nusa Dua, Bali.

Menurut Ermalena, penurunan fertilitas akan diikuti dengan bertambahnya jumlah penduduk yang memasuki angkatan kerja, yang jika dikelola dengan baik melalui peningkatan pendidikan, keterampilan, dan kesehatan, akan memperoleh apa yang dikenal dengan bonus demografi.

Suatu keadaan proporsi angkatan kerja lebih besar dari proporsi penduduk di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun.

Baca juga : Cuaca Bekasi Hari Ini Senin (7/10) Mendung Tebal Dan Panas! Berikut Info BMKG

"Bonus demografi tidak akan berlangsung lama. Jumlah penduduk lansia akan bertambah terus, sehingga beban ketergantungan akan beranjak naik lagi," jelas Ermalena di hadapan perwakilan 24 negara.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PPP menyebut, peningkatan penduduk lansia harus dipersiapkan dan dikelola dengan baik. Bahkan harus dimulai sejak dini, dan tidak hanya ketika mereka sudah dewasa atau bahkan sudah lansia.

Kehidupan masa kecil mempengaruhi kehidupan dewasa dan lansia. Sebab, menurutnya hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kondisi sosial dan ekonomi suatu negara.

Tiga pilar terkait kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan isu remaja sangat penting terutama di Asia dan Pasifik. Meskipun banyak kemajuan, namun masih banyak pekerjaan rumah. Perempuan masih mengalami tidak adanya kesetaraan.

Baca juga : Program Kepemimpinan Strategis untuk Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Demikian pula, penurunan fertilitas telah mengubah dinamika pendudukan di Asia Pasifik. Misalnya, masih terdapat 3,7 persen remaja perempuan hamil di Asia dan Pasifik.

Perkawinan anak juga masih tinggi, tercatat 8 persen. Meskipun upaya telah dilakukan namun masih ada kesenjangan. Termasuk data terhadap orang muda.

"Kesenjangan data mempengaruhi kebijakan," sambungnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.