Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Canggih! Begini Cara Imigrasi Sikat Buron Interpol Rp 220 T Asal China Di Bali
Kamis, 10 Oktober 2024 21:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Petugas Imigrasi Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali berhasil meringkus buronan Interpol asal China, LQ, yang diduga menggelapkan dana sebesar Rp 220 triliun.
Buron tersebut tertangkap saat berusaha kabur dari Indonesia pada Selasa (1/10), setelah terdeteksi oleh teknologi canggih autogate. Penangkapan ini merupakan hasil dari red notice yang diterbitkan oleh Interpol pada 27 September 2024 lalu.
Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim mengatakan, LQ adalah pria berusia 39 tahun yang terlibat dalam kasus penipuan besar-besaran di China.
Ia diketahui mengelabui lebih dari 50.000 orang dengan menjanjikan pengembalian bunga tinggi hingga 10,1 persen. Penipuan ini berhasil mengantongi lebih dari CNY 100 miliar atau sekitar Rp 220 triliun.
"Begitu kami dapati identitas LQ identik dengan salah satu penumpang bernama JOE LIN, kami langsung masukkan dia ke dalam daftar cegah agar lebih mudah kami ringkus," kata Silmy Karim, di Jakarta, Kamis (10/10).
Baca juga : Imigrasi Sosialisasikan Golden Visa Di Malang
Ia menjelaskan, LQ masuk ke Indonesia menggunakan penerbangan Singapore Airlines SQ0944 yang mendarat pada 26 September 2024 lalu, pukul 19.00 WIB.
Upaya LQ mencoba melarikan diri gagal, karena sistem autogate yang telah diintegrasikan dengan Interpol Global Police Communication System (IGCS) berhasil mendeteksi identitasnya dan secara otomatis menolak akses keluar Indonesia. LQ pun langsung ditahan oleh petugas Imigrasi.
Setelah penangkapan tersebut, LQ menjalani pemeriksaan intensif di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai selama tiga hari. Dari pemeriksaan tersebut, petugas memastikan bahwa JOE LIN dan LQ adalah orang yang sama.
Hal itu diketahui, setelah tim Ditjen Imigrasi yang bekerja sama dengan Interpol melakukan penelusuran penumpang menggunakan teknologi pengenalan wajah (facial recognition) untuk mengidentifikasi LQ.
Hasilnya, identitas LQ terungkap setelah disandingkan dengan data yang diberikan oleh Pemerintah China. Meskipun, ia menggunakan identitas palsu dengan paspor kebangsaan Turki bernama JOE LIN dan nomor paspor U23358200.
Baca juga : Sederetan Musisi Hingga Gelaran Budaya Bakal Ramaikan Intur 2024 Di Bali
Selanjutnya, LQ dipindahkan ke Jakarta pada 4 Oktober 2024 dan diserahkan kepada Interpol untuk diproses lebih lanjut hari ini Kamis, (10/10).
Silmy Karim menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari integrasi sistem keimigrasian Indonesia dengan jaringan global Interpol.
Ia menegaskan bahwa, seluruh tempat Pemeriksaan Imigrasi di Indonesia saat ini telah terintegrasi dengan Interpol Global Police Communication System (IGCS). ICGS merupakan jaringan komunikasi interpol yang beroperasi selama 24 jam dalam sehari dan tujuh hari sepekan.
"Demikian pula dengan autogate yang telah dioperasikan di sejumlah bandara dan pelabuhan utama di Indonesia," jelasnya.
Sistem autogate yang digunakan di bandara, lanjut Silmy, menggabungkan teknologi pengenalan wajah (face recognition) dan Border Control Management (BCM).
Baca juga : BRI Insurance Bayarkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp 300 Juta Di Jambi
Teknologi ini memungkinkan pengawasan yang ketat terhadap setiap pelintas batas, meski pemeriksaannya hanya berlangsung selama 15 detik. Namun, ia menegaskan bahwa kecepatan pemeriksaan tidak mengurangi aspek keamanan.
“Pelintas autogate juga diperiksa apakah dia masuk dalam daftar cekal, ataukah red notice interpol. Kalau mereka masuk dalam daftar tersebut, otomatis merah. Enggak bisa melintas. Ini terbukti dalam kasus LQ ini,” jelas Silmy.
Silmy juga menegaskan bahwa Ditjen Imigrasi terus melakukan berbagai inovasi dalam meningkatkan sistem keamanan di perbatasan negara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya