Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
LSI Denny JA: Kepuasan Publik Atas Jokowi Tertinggi Di Dunia
Selasa, 15 Oktober 2024 18:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tinggal hitungan hari. Namun, kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi masih amat tinggi.
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny Januar Ali (JA) merilis hasil survei terbaru. Tingkat kepuasan terhadap Jokowi di angka 80,8 persen. Sementara yang kurang puas sebanyak 18,5 persen dan tidak tahu/tidak jawab 0,7 persen.
"Tingkat kepuasan atas kepemimpinan Pak Jokowi selama 10 tahun masih sangat tinggi sampai akhir masa jabatan, di angka 80,8 persen," kata Peneliti LSI Denny JA, Adjie Al Farabi, Selasa (15/10/2024).
Lebih jauh, pemilih Gen Z angka kepuasannya lebih tinggi di banding kelompok usia lain. Pemilih gen Z yang secara usia di tahun 2024 di bawah 27 tahun, yang puas 85,9 persen.
Baca juga : LSI Denny JA: 10 Tahun Jokowi, Banyak Rapor Birunya
Sementara generasi milenial usia 28-43 tahun yang puas di angka 81,8 persen. Generasi x (usia 44-59 tahun) yang puas di angka 78,2 persen dan baby boomer (usia di atas 60 tahun) yang puas di angka 80,3 persen.
Adjie menambahkan, kepuasan Jokowi juga di atas 75 di semua segmen pendapatan. Segmen wong cilik lebih tinggi kepuasannya terhadap kinerja Jokowi.
LSI Denny juga merilis kepuasan kinerja Jokowi di segmen Pemilih Capres 2024. Pemilih Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mayoritas tidak puas dengan kinerja Jokowi sebagai presiden.
Rinciannya, sangat puas/cukup puas 41,5 persen, murang puas/ tidak puas sama sekali 57,6 persen, dan tidak jawab 0,9 persen.
Baca juga : OJK: Pasar Saham Domestik Cetak Rekor Tertinggi, Potensi Bursa Karbon Menguat
Sementara di segmen pemilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, sangat puas/cukup puas 89,0 persen, kurang puas/tidak puas sama sekali 10,3 persen, dan tidak jawab 0,7 persen.
Sedangkan di pemilih Ganjar Pranowo-Mahfud MD, sangat puas/cukup puas 85,2 persen, kurang puas/tidak puas sama sekali 14,8 persen, dan tidak jawab 0,0 persen. Pemilih Golput sangat puas/cukup puas 88,2 persen, kurang puas/tidak puas sama sekali 11,8 persen, dan tidak jawab 0,0 persen.
Adjie mengatakan, mereka yang tidak puas adalah mereka yang tidak suka dengan personality Jokowi. Pemilih yang tidak puas itu menilai kondisi nasional tertentu memburuk di era Jokowi. Khususnya protes mereka soal demokrasi dan ekonomi.
"Demokrasi bagi yang tak puas, menjadi rapor merah Jokowi. Capaian ekonomi, sosial, dan demokrasi yang Jokowi tinggalkan bukan hanya statistik, di balik setiap angka, ada wajah masyarakat yang merasakan dampak dari kebijakannya," paparnya.
Baca juga : Denny JA Resmikan Kelas Kreator Cerdas AI Pertama Di Indonesia
Namun dengan aneka catatan kritis itu, lanjut Adjie, tingkat kepuasan atas kinerja Jokowi di akhir jabatan masih sekitar 80,8 persen. Ini tertinggi di dunia.
Sebagai pembanding, approval rating pemimpin dunia, seperti yang dikutip dari Statista (Agustus 2024), yang tertinggi adalah Narenda Modi (India), 72 persen.
"Tingkat kepuasan Jokowi lebih tinggi dibandingkan Narenda Modi, apalagi pemimpin dunia lainnya. Ini akan dicatat sejarah sebagai sebuah pencapaian yang sangat tinggi bagi Jokowi," pungkasnya.
Survei dilakukan secara nasional pada 26 September-3 Oktober 2024 terhadap 1.200 responden. Survei melalui tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode multi-stage random sampling. Margin of error ±2,9 persen dengan dilengkapi riset kualitatif.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya