Dark/Light Mode

Dekan FEB: Studi Doktor Bahlil Sesuai Aturan UI

Rabu, 23 Oktober 2024 19:30 WIB
Foto: Dwi Pambudo/RM.
Foto: Dwi Pambudo/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) sekaligus co-promotor disertasi Bahlil Lahadalia, Dr. Teguh Dartanto, menegaskan bahwa studi doktor yang ditempuh oleh Menteri ESDM itu telah memenuhi semua aturan akademik yang berlaku di UI.

Teguh memastikan bahwa proses kelulusan Bahlil mengikuti Peraturan Rektor UI No. 26/2022 dan melalui tahapan yang sesuai dengan standar program doktoral.

“Bahlil telah memenuhi syarat administratif berdasarkan Peraturan Rektor No. 26/2022 Pasal 20, yang menyatakan bahwa masa studi program doktor dijadwalkan untuk 6 semester dan dapat ditempuh paling sedikit dalam 4 semester atau paling lama 10 semester,” kata Teguh Dartanto dalam keterangan resminya, Kamis (23/10/2024).

Menurutnya, Bahlil telah menempuh 4 semester, mulai dari Genap 2022/2023 hingga Ganjil 2024/2025, sehingga ia memenuhi syarat administratif dan layak maju ke tahap promosi disertasi.

Teguh juga menambahkan bahwa tidak ada pelanggaran dalam masa studi Bahlil, baik secara administratif, legal, maupun formal.

“Perdebatan hanya berkisar pada kapan pelaksanaan promosi, tetapi secara prosedural, Bahlil sudah layak untuk maju,” ucapnya.

Baca juga : Tim Promotor Pastikan Gelar Doktor Bahlil Sesuai Syarat Dan Aturan

Dalam program doktoral, publikasi ilmiah merupakan syarat penting bagi setiap kandidat doktor.

Menurut Teguh, Bahlil telah memenuhi syarat dengan tiga publikasi. Salah satunya adalah publikasi di jurnal bereputasi internasional, Scopus-Journal of ASEAN Studies.

Selain itu, Bahlil juga menerbitkan karya ilmiah di dua jurnal terindeks SINTA 2, yakni Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan serta Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen.

Pemberitaan mengenai dugaan penggunaan jurnal predator atau discontinued sempat mencuat pada Juli 2024 setelah muncul isu terkait jurnal Migration Letters dan Kurdish Studies.

Isu ini semakin ramai setelah abstrak artikel Bahlil di Journal of ASEAN Studies, yang masih dalam status "in press", menjadi viral di media sosial.

Namun, Teguh menjelaskan bahwa jurnal-jurnal yang dianggap discontinued itu telah dicoret sebagai syarat kelulusan sejak Maret-April 2024 oleh pihak Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) UI.

Baca juga : Prof. Teguh Dartanto Tegaskan Status S3 Bahlil Sudah Sesuai Prosedur

Dua jurnal SINTA 2 yang diajukan oleh Bahlil telah direvisi sesuai review dan sekarang hanya menunggu Letter of Acceptance (LOA).

“Jadi, tudingan bahwa Bahlil lulus dengan menggunakan jurnal predator atau discontinued adalah tidak benar,” tegasnya. 

Teguh Dartanto juga membantah tudingan yang meragukan kualitas penguji disertasi Bahlil.

Ia menegaskan, penguji luar dan internal dalam sidang promosi Bahlil terdiri dari akademisi terkemuka yang memiliki kredibilitas tinggi di dunia akademik.

“Para penguji luar seperti Prof. Didik Rachbini dari Universitas Paramadina, Prof. Arif Satria dari IPB University, serta Prof. Kozuke Mizuno dari Kyoto University, adalah sosok yang integritasnya tidak bisa dibeli,” tegasnya.

Selain itu, Teguh mengungkapkan bahwa masa studi 4 semester yang ditempuh Bahlil tidaklah istimewa.

Baca juga : UI Tegaskan Gelar Doktor Bahlil Lahadalia Sesuai Aturan

Bahkan, ia mengatakan waktu studi Bahlil masih kalah dengan waktu studi yang ditempuh oleh Doktor Sugeng Purwanto.

“Di FEB UI, pada tahun 2004, kami pernah meluluskan Doktor Sugeng Purwanto dengan masa studi 13 bulan 26 hari, yang bahkan mendapat Rekor MURI sebagai doktor tercepat,” bebernya.

Menanggapi spekulasi yang berkembang di masyarakat, Teguh mengajak publik untuk melihat permasalahan ini secara objektif dan tidak mencampuradukkan isu akademik dengan kebencian atau prasangka.

“Mari kita gunakan logika dan kesadaran dalam mencerna setiap informasi. Lakukan cek dan ricek, serta tabayyun agar kita tidak ikut menyebarkan hoaks yang hanya akan menambah kegaduhan di masyarakat,” harapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.