Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dibalik Nasi Goreng Jawa: Apa Yang Sebenarnya Dibicarakan Prabowo Dan Jokowi?
Senin, 4 November 2024 15:23 WIB
Prabowo Subianto dan Joko Widodo kembali bertemu. Kali ini, suasananya diatur santai, jauh dari meja rapat, di sebuah angkringan sederhana di Solo. Mereka berbincang selama 1,5 jam, ditemani nasi goreng Jawa dan suasana malam kota.
Pertemuan antara presiden ke-7 dan presiden ke-8 ini memang menarik perhatian banyak pihak, terutama di tengah spekulasi terkait peran Gibran Rakabuming Raka anak Jokowi yang menjadi pendamping Prabowo di Pilpres 2024.
Pertanyaannya, apa yang sebenarnya menjadi agenda di balik pertemuan ini?
Mengapa Langsung ke Jokowi?
Pengamat politik Ujang Komarudin melihat kunjungan Prabowo sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada sosok Jokowi. Ini lebih dari sekadar silaturahmi politik, tapi menyiratkan bahwa Jokowi tetap memegang peran kunci dalam strategi pemerintahan mendatang. Menurut Ujang, meski Gibran menjadi wakil Prabowo, dialah 'perwakilan' Jokowi di pemerintahan, bukan figur yang punya otoritas untuk ikut menentukan kebijakan strategis.
Oleh karena itu, ketika Prabowo ingin membicarakan hal-hal penting, dia lebih memilih untuk langsung berbicara dengan Jokowi.
Baca juga : Cek Program Cetak Sawah 1 Juta Hektare di Merauke, Prabowo Didampingi Haji Isam
Ini juga mengindikasikan sebuah pola lobi unik yang mungkin akan sering terjadi di masa depan: Gibran menjadi sosok "penyambung lidah" Jokowi. Tentu saja, dalam urusan penting, Prabowo tampaknya akan tetap berkonsultasi langsung dengan Jokowi sebagai bentuk penghormatan dan menjaga harmoni politik di antara mereka.
Nasi Goreng sebagai Jembatan Silaturahmi
Mengamati pola-pola yang sudah ada, pertemuan ini sepertinya lebih dari sekadar obrolan ringan di atas nasi goreng Jawa. Bagi Jokowi dan Prabowo, nasi goreng mungkin hanya bumbu penyedap silaturahmi.
Namun, pertemuan ini sepertinya menciptakan momen penting untuk berdiskusi tentang stabilitas politik, strategi pembangunan nasional, serta memastikan adanya dukungan dari Jokowi dalam kabinet Prabowo-Gibran.
Pengamat Adi Prayitno menilai ini hanyalah silaturahmi politik biasa. Menurutnya, Prabowo adalah sosok yang tangguh dan sudah memiliki basis politik kuat. Namun, sejarah relasi politik di Indonesia menunjukkan bahwa ‘silaturahmi politik biasa’ ini hampir selalu menjadi landasan kesepakatan besar di belakang layar.
Melalui cara seperti ini, kebijakan strategis biasanya dimulai dengan pertemuan santai, tetapi memiliki makna yang dalam.
Baca juga : Sritex Pailit, Sultan Dorong Pemerintah Terapkan Kebijakan Proteksionis
Pesan Jokowi dan Pesan Tersirat
Usai pertemuan, Jokowi menyampaikan doa agar Prabowo selalu diberi kesehatan dalam menjalankan tugasnya sebagai presiden. Ini terdengar seperti pesan yang biasa, namun sebenarnya membawa pesan yang lebih mendalam.
Jokowi seolah menekankan bahwa dirinya, meski tidak lagi berada di pucuk pimpinan, akan tetap menjadi ‘pilar’ yang mendukung Prabowo untuk terus melangkah.
Di sisi lain, meski Prabowo menyebut pertemuan ini tidak membicarakan politik, sulit untuk membayangkan bahwa dua figur besar seperti mereka bertemu hanya untuk menikmati nasi goreng. Mungkin saja mereka membahas peran Jokowi ke depan, terutama sebagai "suhu politik" yang akan membantu Prabowo dan Gibran dalam menavigasi pemerintahan mendatang.
Lobi-lobi seperti ini adalah sesuatu yang sudah sering kita lihat dalam sejarah politik nasional silaturahmi sederhana yang menyimpan lobi besar.
Akhir Kata
Baca juga : DPR Dukung Prabowo Selesaikan Proyek IKN
Dalam politik, seringkali pesan besar disampaikan dalam pertemuan sederhana. Nasi goreng malam itu mungkin hanyalah simbol dari bagaimana Prabowo dan Jokowi membangun kesepakatan dan saling menjaga harmoni politik.
Dalam perjalanan ke depan, kita mungkin akan sering melihat pola serupa, di mana Prabowo merujuk kepada Jokowi untuk menjaga stabilitas pemerintahannya. Meski tidak tampak di permukaan, Jokowi akan tetap menjadi bagian dari kepemimpinan Prabowo-Gibran, sebuah aliansi yang mungkin akan kita lihat terus bertumbuh dan bertransformasi, tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui "nasi goreng" di angkringan sederhana lainnya.
Taufan Rahmadi
Pakar Kreatif Strategi Komunikasi
Pakar Kreatif Strategi Komunikasi
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya