Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ini Alasan Erick Ogah Rogoh Kocek Rp 14 Triliun Bangun Terminal 4 Bandara Soetta
Senin, 4 November 2024 16:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali menegaskan pentingnya efisiensi dalam proyek-proyek BUMN, khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
Alih-alih membangun terminal baru yang diproyeksi memakan biaya hingga Rp 14 triliun, Erick memilih solusi yang jauh lebih hemat. Yaitu cukup dengan melakukan perbaikan fasilitas terminal yang sudah ada.
“Bandara yang di Jakarta itu kemarin sempat ada usulan sebelumnya, ada pembangunan terminal 4 yang makan biaya hampir Rp 14 triliun,” kata Erick Thohir saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Senin (4/11).
Namun, setelah melakukan kajian mendalam, Erick membatalkan rencana rencana pembangunan tersebut.
Baca juga : Diguyur Anggaran Rp 10,6 Triliun, Penanganan Stunting Jangan Setengah Hati
Sebagai gantinya, Erick hanya menganggarkan Rp 1 triliun untuk memperbaiki terminal 1, 2, dan 3 di Soekarno-Hatta. Dengan langkah ini, bandara sebutnya, tetap mampu menampung hingga 100 juta penumpang.
“Setelah kita review di kepemimpinan kami, ternyata tidak diperlukan terminal 4, tapi hanya memerlukan dana Rp 1 triliun untuk perbaikan terminal 1, 2, dan 3, sehingga kita bisa melihat lonjakan yang angkanya hampir 80-100 juta, itu efisiensi yang luar biasa,” lanjut Erick.
Erick menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya BUMN untuk bekerja efektif, efisien, dan bijak dalam penggunaan anggaran, baik dari kas perusahaan maupun negara.
Ia menyebutkan bahwa efisiensi ini merupakan komitmen untuk mendukung pembangunan berkelanjutan melalui proyek strategis nasional.
Baca juga : Dana Kampanye Trump Gagal Salip Fulus Harris
"Untuk pertumbuhan ekonomi," tuturnya.
Selain Soekarno-Hatta, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali juga menjadi fokus perbaikan Erick. Tanpa membangun bandara baru, Erick mengungkapkan bahwa renovasi fasilitas yang ada cukup untuk menambah kapasitas penumpang dari 24 juta menjadi 32 juta orang per tahun.
“Untuk di Bali memang kita melakukan juga efisiensi, yaitu dengan berbagai renovasi sehingga nanti penumpangnya bisa tumbuh dari 24 juta menjadi 32 juta tanpa bandara baru,” ujar Erick.
Namun, Erick tidak menutup kemungkinan pembangunan bandara baru di Bali untuk jangka panjang, mengingat potensi pariwisata yang terus berkembang. Menurut Erick, target pariwisata di Bali dalam beberapa tahun mendatang bisa mencapai 50 juta hingga 100 juta wisatawan.
Baca juga : Nilainya Capai Rp 26,3 Triliun, 21 Bank Setujui Restrukturisasi Ke Waskita Karya
“Di rapat bersama Menko Perekonomian dengan Ibu Menteri Pariwisata, saya rasa target pariwisata itu akan ditargetkan hampir 20-29 juta untuk lima tahun ke depan. Artinya ekosistem itu tidak lain ada di kita, baik bandara, penerbangan, dan lain-lainnya,” kata Erick.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya