Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prabowo Disambut AS Dan China, Pengamat: Bukti Indonesia Dihormati Dunia
Kamis, 14 November 2024 18:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menilai posisi Indonesia di dunia internasional sangat penting.
Buktinya, saat Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke sejumlah negara mendapat penghormatan luar biasa dari kepala negara negara tujuan.
"Sambutan baik yang diterima Presiden Prabowo selama kunjungannya ke sejumlah negara, termasuk Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) memang bisa dianggap sebagai sinyal penghormatan terhadap posisi Indonesia dalam politik internasional," kata Fahmi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (14/11).
Selain itu, Fahmi juga melihat respons dari negara-negara yang dikunjungi Prabowo membuktikan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis di kawasan Asia Tenggara dan, secara lebih luas, sebagai bagian dari negara-negara G20.
Baca juga : Menko Polkam: Kerja Sama Dengan China Tak Pengaruhi Kedaulatan RI Di Laut Natuna
"Jadi, diplomasi Prabowo, terutama di tengah situasi global yang bergejolak, menunjukkan adanya pengakuan atas peran Indonesia sebagai negara yang menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan," tutur Fahmi.
Kendati demikian, Fahmi juga mengingatkan Prabowo juga harus perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang menyangkut kepentingan geopolitik negara yang ia datangi.
"Kunjungan ke Tiongkok dan Amerika, misalnya, datang di tengah ketegangan antara kedua negara, dan di sinilah Indonesia bisa menjadi mitra strategis yang "netral" sekaligus berpengaruh di kawasan," jelasnya.
Fahmi berpendapat kehadiran Prabowo di dua negara besar turut memastikan posisi Indonesia pada sejumlah isu seperti Laut Cina Selatan. Selain bukti bahwa Indonesia dihargai, ia melihat perlu kecermatan untuk melihat kepentingan dalam perjumpaan tersebut.
"Kehadiran Presiden Prabowo di Beijing maupun Washington telah memastikan bahwa Indonesia tetap bersikap seimbang dalam menyikapi isu-isu seperti Laut Cina Selatan dan kawasan Indo-Pasifik," terang Fahmi.
"Sebenarnya ini bukan hanya bukti bahwa Indonesia dihormati, tetapi juga adanya kepentingan-kepentingan tertentu dari negara-negara besar tersebut yang perlu dikelola dengan cermat," imbuhnya.
Selain itu, Fahmi mengatakan posisi netral Indonesia di tengah ketegangan geopolitik global ini adalah aset diplomatik yang besar. Menurutnya, ini juga bukti bahwa Indonesia dipercaya.
"Indonesia tidak hanya dihormati tetapi juga dipercaya sebagai mitra yang tidak berpihak, yang mampu mendekati kedua negara dengan pendekatan diplomasi yang seimbang," katanya.
Baca juga : Momen Prabowo Disambut Jajar Kehormatan Tentara AS di Gedung Putih
"Hal ini membuat sambutan baik terhadap Prabowo memiliki arti lebih luas, yakni negara-negara besar melihat Indonesia sebagai penghubung penting di tengah dunia yang semakin terpolarisasi," terang Fahmi.
Fahmi pun memuji langkah Prabowo. Menurutnya sambutan baik tersebut dapat dimanfaatkan menjadi komoditas untuk memperkuat berbagai sektor di Tanah Air.
"Memanfaatkan sambutan baik ini untuk memperkuat transfer teknologi, pelatihan militer, dan akses pasar bagi produk-produk Indonesia merupakan tujuan konkret yang penting bagi kepentingan dalam negeri," ungkap dia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya