Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wadek Fdikom UIN Jakarta Presentasi Hasil Riset Di Kyoto Universty, Jepang
Senin, 18 November 2024 17:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Civitas akademik Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta mengunjungi CSEAS Kyoto University, Jepang pada 13 November lalu.
Kunjungan itu sebagai bagian dari kerja sama antara Fdikom UIN Jakarta dan CSEAS Kyoto University dalam mengembangkan riset lewat berbagai program kolaboratif.
Dalam kunjungannya, Wakil Dekan Bidang Akademik Fidkom UIN Jakarta Dr. Fita Faturakhmah mempresentasikan hasil riset berjudul Analysis on the Religious “Institutions” Social Media Discourse on the Worship Restrictions by the Ministry of Religious Affairs during the Covid Pandemic: Communicative Actions or Not?.
Kegiatan ini dihadiri oleh para peneliti dari Jepang, Uganda dan Indonesia di Inamori Building, CSEAS Kyoto University pada 13 November 2024.
Baca juga : Pengembangan Riset, Fdikom UIN Jakarta Teken MoA Dengan CSEAS Kyoto University
Hadir pula Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Fdikom UIN Jakarta, Dr. Rubiyanah, Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Kemahasiswaan, dan Alumni Dr. Muhtadi serta Ketua Program Studi Manajemen Dakwah, Amiruddin.
Dalam pemaparannya, Fita menjelaskan riset tersebut mengeksplorasi bagaimana organisasi Islam di Indonesia memanfaatkan media sosial di masa krisis yang dipicu oleh pandemi Covid.
Secara khusus, riset tersebut mengkaji komunikasi berbagai lembaga keagamaan melalui media sosial dalam menyikapi pembatasan ibadah Kementerian Agama dengan mengacu pada teori tindakan komunikatif Habermas.
Dijelaskan Fita, nalisis terhadap berbagai sumber media sosial menemukan dua kelompok berbeda tersebut memiliki pandangan berbeda mengenai pembatasan ibadah. Di satu sisi, Kementerian Agama sendiri dan organisasi Islam terbesar Nahdlatul Ulama (NU) melonggarkan pembatasan pasca pembatasan awal.
Baca juga : Fdikom UIN Jakarta Kuatkan Kerja Sama Dengan Sasakawa Peace Foundation, Jepang
"Sebaliknya, organisasi Islam terbesar kedua, Muhammadiyah, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tetap memberlakukan pembatasan tersebut," jelas Fita dalam pernyataannya, Senin (18/11).
Analisis wacana media sosial mengungkapkan, perintah pembatasan yang dilakukan lembaga keagamaan bisa jadi merupakan tindakan strategis dibandingkan tindakan komunikatif sesuai dengan dikotomi Habermas dalam berkomunikasi.
"Oleh karena itu, perbedaan permintaan atau perintah mencerminkan cara mereka menyampaikan interpretasi mereka sendiri terhadap doktrin agama dan legitimasi publik untuk mempengaruhi masyarakat Muslim di Indonesia," katanya.
Terkait dengan presentasi tersebut, menurut Fita, Fdikom dan CSEAS memang sepakat berkolaborasi menyelenggarakan lokakarya dan seminar internasional, baik secara online maupun offline.
Baca juga : Ide Integrasi Transportasi di Jakarta Dinilai Bisa Diterapkan
Lokakarya dapat membahas isu-isu terkini seperti peran agama dalam masyarakat Asia Tenggara, dinamika media sosial dalam dakwah, dan kajian komunikasi antarbudaya, serta menarik peserta dari berbagai negara.
"Lokakarya dan seminar ini tidak hanya akan memberikan peluang bagi mahasiswa dan dosen dari kedua lembaga untuk saling bertukar pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara peneliti, baik dalam bentuk artikel ilmiah bersama atau proyek penelitian jangka panjang," tutup Fita.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya