Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Di Mata Mahfud: Habibie Sosok Teladan Demokrasi Berkeadaban
Kamis, 21 November 2024 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Menko Polhukam Mahfud MD meminta generasi saat ini belajar dari Presiden ke-3 RI, Prof BJ Habibie. Kata Mahfud, sikap kenegarawanan Habibie patut dicontoh. Dalam membangun demokrasi, Habibie memenuhi aspirasi rakyat dan meredam ambisinya.
"Presiden Habibie memberi contoh yang sangat bagus dalam membangun demokrasi, ketika 1998 menyatakan memenuhi aspirasi masyarakat untuk melakukan percepatan Pemilu sebagai langkah awal dari Reformasi 1998," kata Mahfud dalam Habibie Democracy Forum 2024 yang ditayangkan dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di kanal YouTube Mahfud MD Official, Rabu (20/11/2024).
Bahkan, Mahfud mengingatkan, Habibie menolak dicalonkan lagi menjadi Presiden ketika laporan pertanggung jawabannya terkait pemisahan Timor Timur dari Indonesia lewat referendum yang sah, ditolak oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
"Padahal, Habibie bisa saja bersikukuh mempertahankannya," ujarnya.
Baca juga : Raya Kohandi, Heran Menang Lomba Berkuda
Dikatakan Mahfud, berdasar konstitusi yang berlaku waktu itu, Habibie memang diamanahkan menjadi Presiden Indonesia sampai 2003. Tapi, Mahfud berpendapat, Habibie menganut demokrasi yang bukan hanya sebagai format emosional, melainkan demokrasi substansial dan berkeadaban.
Sehingga, kekuasaan yang bisa dipertahankan secara konstitusional itu dilepaskan secara sukarela. Termasuk, ketika Habibie menolak dicalonkan kembali sebagai Presiden RI.
Meskipun menurut konstitusi, tidak ada halangan untuk menjadi Capres meski sebagian dari laporan pertanggung jawabannya ditolak MPR.
"Tetapi, Pak Habibie mengatakan, kalau MPR menolak laporan saya berarti saya tidak pantas menjadi Presiden. Itulah contoh dari cara berdemokrasi yang berkeadaban," ujar Mahfud.
Baca juga : Ikat Rumah Agar Aman Dari Badai
Padahal, Mahfud menjelaskan, kala itu Habibie tidak cuma memiliki hak konstitusional untuk berkuasa. Habibie bisa memakai DPR karena Partai Golkar merupakan partai pemenang dan saat itu Pemilihan Presiden masih dilakukan di Sidang MPR.
Habibie, sambung Mahfud, dapat pula menggunakan TNI atau Polri. Bahkan, dapat memanfaatkan kekuatannya sendiri di tingkat masyarakat yang disebut kekuatan Muslim yang begitu besar seperti ICMI, PPP, PKB, NU dan Muhammadiyah.
Tapi, semua itu tidak dilakukan Habibie. Habibie memilih mewujudkan aspirasi rakyat yang tidak ingin ada sisa-sisa Orde Baru (Orba) serta ingin segera dilakukan Pemilihan Umum (Pemilu).
Karenanya, Habibie bagi Mahfud adalah contoh yang bisa dipakai oleh semua anak bangsa di Indonesia. Pertama, prestasi keilmuwannya jelas. Sejarah mencatat, Habibie yang semula dikenal sebagai ilmuwan besar bidang ilmu kedirgantaraan dan teknologi lulusan Jerman, menunjukkan dalam 1,5 tahun mampu membangun demokrasi dan hukum yang ditegakkan ke siapapun.
Baca juga : Mahfud Siap Hadiri Pelantikan Prabowo-Gibran
"Kedua, meskipun dia bukan ahli ilmu politik atau ilmu hukum, tetapi tahu bagaimana demokrasi itu dibangun dengan penuh keadaban," ungkapnya.
"Seluruh orang Indonesia menangis ketika tengah malam Habibie menyatakan tidak mencalonkan diri, lalu pergi ke Masjid Istiqlal, salat Tahajud, Subuh, lalu pamitan kepada rakyat," tuturnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya