Dark/Light Mode

Tim Pengmas UI Apresiasi SDN Sukmajaya 5 Depok Cegah Perundungan Di Sekolah

Rabu, 27 November 2024 19:16 WIB
Tim Pengmas UI Apresiasi SDN Sukmajaya 5 Depok Cegah Perundungan Di Sekolah

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Universitas Indonesia (UI) menilai permasalahan perundungan pada murid menjadi ancaman serius terhadap kesejahteraan anak.

Perundungan yang terjadi di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga perguruan tinggi berdampak signifikan terhadap perkembangan anak.

"Saat ini bahkan hingga di masa depan," kata Ketua Tim Pengmas UI, Annisah dalam keterangannya, Selasa (26/11/2024).

Annisah bilang, perundungan disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari kondisi pelaku dan korban, lingkungan termasuk lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, bahkan kebijakan yang diterapkan pihak sekolah.

"Menyadari kompleksitas dampak dan penyebabnya, diperlukan adanya intervensi sosial anti perundungan sedini mungkin agar dampak negatif dapat diminamilisir, salah satunya pada jenjang pendidikan sekolah dasar (SD)," ungkap dosen Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI itu.

Karenanya, Pengmas UI merancang kegiatan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengatasi masalah perundungan pada murid SD.

Baca juga : Mendag Apresiasi Pertamina Segel SPBU Nakal Di Sleman

Kegiatan ini, tambah Annisah, menerapkan pendekatan multidisiplin dengan melibatkan berbagai pihak.

"Termasuk dosen psikologi, dan UI sebagai anggota tim pengabdi sehingga memberikan perspektif yang luas dan holistik terhadap masalah perundungan," ucap dia.

Menurut Annisah, kegiatan pengmas yang dilakukan di SDN Sukmajaya 5, Kota Depok ini menerapkan beberapa pertimbangan.

Saat ini, diakuinya, SDN Sukmajaya 5 merupakan sekolah penggerak untuk Kampanye Sekolah Sehat (KSS) mewakili Kota Depok.

"KSS memiliki 5 unsur: sehat gizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa dan sehat lingkungan. Di dalam sehat jiwa dan bebas dari perundungan merupakan unsur yang penting," ujar Annisah.

Annisah mengapresiasi upaya preventif yang dilakukan SDN Sukmajaya 5 perihal perundingan.

Baca juga : KPK Apresiasi Kemendagri Stop Bansos Sembako, Cegah Konflik Kepentingan Pilkada

Dia bilang, SDN 5 Sukmajaya merupakan salah satu sekolah yang tidak ditemukan kejadian perundungan.

"Karena penanganannya dilakukan dengan cepat dan segera," ujar dia.

Oleh karena itu, tim pengabdi UI berharap dengan memilih SDN Sukmajaya 5 sebagai tempat kegiatan dapat dijadikan percontohan untuk sekolah-sekolah lainnya.

"Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa workshop mengenai konsep-konsep dasar perundungan dan pembuatan kebijakan di tingkat sekolah dalam menangani masalah perundungan," bebernya.

Di kesempatan sama, Kepala UPTD SDN Sukmajaya 5 Depok Emi Suhaena menyadari mengatasi masalah perundungan di sekolah bukan hal mudah. Sebab, selama ini para guru memiliki cara yang berbeda-beda.

Dengan adanya kegiatan ini, sambung Emi, pihaknya berharap menghasilkan kebijakan yang mengikat. Sehingga dapat dijadikan sebagai pedoman dalam mengatasi perundungan di sekolah.

Baca juga : BRIN Cari Solusi Stop Perundungan

"Dengan adanya workshop ini kami guru-guru lebih terbuka dan menambah wawasan lebih dalam apa itu bullying dan sedikit lebih paham bagaimana menyikapinya. Terimakasih kepada UI," ucap Emi.

Sekadar informasi, kegiatan ini diikuti oleh kepala sekolah, seluruh guru dan PTK SDN Sukmajaya 5 yang berjumlah 30 orang. Para peserta dibentuk dalam 5 kelompok untuk mendiskusikan pemahaman mereka mengenai perundungan dan merefleksikan upaya konkret yang telah dilakukan oleh sekolah.

Kegiatan dilanjutkan dengan tiap kelompok ditugaskan untuk merancang kebijakan pencegahan dan penanganan perundungan di sekolah. Juga, dipaparkan ke seluruh peserta untuk disepakati bersama dan dijadikan sebagai kebijakan sekolah.

Pihak Pengmas UI berharap materi dan edukasi yang telah diberikan dapat bermanfaat dan kebijakan yang telah disusun dapat disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah dan diimplementasikan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.