Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Luhut Kenang Prof. Hasjim Djalal Sebagai Godfather Hukum Laut Indonesia
Senin, 13 Januari 2025 19:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengenang sosok Prof. Hasjim Djalal, tak hanya sebagai diplomat senior, tetapi juga penjaga hukum laut Indonesia. Luhut bahkan tak segan menyebut Hasjim yang juga ayah mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal, sebagai "Godfather" Hukum Laut Indonesia.
"Perkenalan saya dengan Prof. Hasjim Djalal dimulai dari pertemuan formal yang semakin erat, ketika saya menjabat sebagai Menko Maritim dan Menko Marves. Beliau menjadi sosok yang saya andalkan dalam isu-isu besar seperti Tumpahan Minyak Montara dan Laut Cina Selatan," ungkap Luhut via Instagram, Senin (13/1/2025).

Luhut terkesan dengan pandangan Hasjim yang mendalam, disampaikan dengan rendah hati, dan selalu menginspirasi. Sehingga, membuatnya merasa beruntung bisa belajar dari seorang legenda.
Baca juga : Yusril: Kepergian Hasjim Djalal Kehilangan Besar Bagi Bangsa Indonesia
"Prof. Hasjim adalah pribadi yang rendah hati, namun penuh wibawa. Kemampuannya menjelaskan konsep kompleks seperti UNCLOS secara sederhana, membuatnya sangat dihormati," papar Luhut.
"Saya ingat peran penting beliau dalam perundingan Flight Information Region (FIR) Indonesia-Singapura. Pandangannya tidak hanya memperkuat posisi Indonesia, tetapi juga menunjukkan kebijaksanaan seorang diplomat sejati. Tidak berlebihan jika saya menyebut beliau sebagai "Godfather" hukum laut Indonesia," lanjutnya.
Sebagai penjaga nilai-nilai kelautan, Luhut menilai Hasjim memiliki kontribusi yang sangat besar. Bersama Prof. Mochtar Kusumaatmadja, Hasjim memperjuangkan pengakuan dunia atas Indonesia sebagai negara kepulauan.
Diplomasi yang dipandu Hasjim, berhasil memperluas wilayah kedaulatan laut RI hingga jutaan kilometer persegi, tanpa satu peluru ditembakkan.
Baca juga : Kluivert Disambut Antusias
"Kecintaannya terhadap kelautan Indonesia tak pernah surut. Beliau kerap mengingatkan saya tentang pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, seperti dampak perubahan iklim terhadap negara kepulauan, penetapan perairan pedalaman, dan perluasan yurisdiksi landas kontinen," papar Luhut.
Semua itu, lanjutnya, mencerminkan kecintaan Hasjim pada peran global Indonesia dan pemahamannya yang mendalam terhadap hukum laut.
"Hari ini, saya memberikan penghormatan terakhir kepada seorang guru besar dan teladan diplomasi bangsa. Meski beliau telah kembali ke pangkuan Tuhan YME, warisan beliau akan terus hidup. Nasihatnya yang tajam, suaranya yang tenang, dan senyumnya yang hangat akan selalu saya kenang," ujar Luhut.
"Selamat jalan, Prof. Hasjim Djalal. Terima kasih atas dedikasi dan ilmu yang Anda wariskan untuk bangsa ini. Nilai-nilai luhur yang Anda perjuangkan akan terus kami jaga, demi Indonesia yang lebih berdaulat di lautnya," pungkasnya.
Baca juga : Para Ketum Provinsi Yakin Mediasi Capai Titik Temu Satukan Kadin Indonesia
Hasjim Djalal yang berpulang ke hadirat Ilahi dalam usia 90 tahun di RS Pondok Indah Jakarta pada Minggu 12 Januari 2025, adalah putra kelahiran Agam, Sumatera Barat 25 Februari 1934.
Hasjim meraih gelar sarjana hukum dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), Yogyakarta. Dia melanjutkan studinya di University of Virginia Amerika Serikat dan memperoleh gelar Master of Laws (LL.M.). Hasjim Djalal adalah mahasiswa Indonesia pertama di Universitas tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya