Dark/Light Mode

Usul Cukai Rokok untuk MBG Sama Saja Rusak Kesehatan Masyarakat

Minggu, 19 Januari 2025 17:57 WIB
Penjualan rokok. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Penjualan rokok. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Usulan DPR agar cukai rokok dipakai untuk membantu pendanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dikaji ulang. Pasalnya, usulan ini bisa menambah rusaknya kesehatan masyarakat akibat rokok. 

Pengamat kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menyampaikan, secara nilai, pendapatan dari cukai rokok tiap tahun memang sangat besar, mencapai Rp 150 triliun. Nilai tersebut bisa sangat membantu pendanaan MBG yang nilai ditaksir mencapai Rp 420 triliun per tahun.

Baca juga : Kepedulian dan Komitmen LPCK Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Namun, kata dia, di balik daya tariknya, gagasan penggunaan cukai rokok bagi MBG juga menyimpan sejumlah masalah mendasar yang perlu dipertimbangkan secara serius. “Pertama, soal kontradiksi moral dan kebijakan kesehatan,” ujar Achmad, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/1/2025)

Dia menyebut, rokok selama ini adalah satu penyebab berbagai masalah kesehatan di Indonesia, seperti penyakit paru-paru, jantung, dan kanker. Artinya, menggunakan cukai rokok untuk MBG sama saja mendorong publik untuk mengonsumsi rokok. 

Baca juga : Kemensos Segera Lelang Rolls-Royce, Hasilnya Untuk Kebutuhan Masyarakat

“Secara tidak langsung mendukung konsumsi rokok untuk membiayai program yang bertujuan meningkatkan kesehatan generasi muda. Hal ini dapat dianggap sebagai langkah yang inkonsisten untuk menekan angka perokok, terutama di kalangan anak-anak dan remaja,” ujar Achmad.

Kedua, bila dana MBG menggunakan cukai rokok, akan timbul inkonsistensi pendapatan. Sebab, pendapatan dari cukai rokok bersifat tidak stabil dan cenderung menurun dalam jangka panjang, terutama jika kebijakan pengendalian tembakau berhasil diterapkan. 

Baca juga : Subsidi Jaminan Layanan Kesehatan Salah Sasaran

“Kenaikan tarif cukai atau penurunan jumlah perokok aktif dapat berdampak langsung pada penerimaan negara dari sektor ini. Jika MBG terlalu bergantung pada dana cukai rokok, keberlanjutan program ini akan terancam, terutama ketika pendapatan dari cukai mulai berkurang,” ujarnya.

Atas dasar itu, Achmad menyarankan Pemerintah mencari sumber pendaan MBG dari sejumlah lain. “Termasuk memperbaiki sistem perpajakan, meningkatkan efisiensi belanja negara, dan meminimalkan kebocoran anggaran,” ujarnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.