Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Diungkap Kemenkes
Duh, Pengeluaran Rokok Setara Belanja Daging
Sebelumnya
“Fungsi utama Badan Gizi Nasional adalah melaksanakan pemenuhan gizi di seluruh Indonesia. Implementasinya akan dilakukan dengan berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai daerah, serta lembaga dan kementerian terkait lainnya,” kata Ikeu.
Sementara, peneliti dari Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS UI) Risky Kusuma Hartono menilai, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 bisa membantu mengendalikan dan menahan angka prevalensi perokok.
Menurut dia, bila beleid itu diimplementasikan secara serius, kualitas kesehatan dan asupan gizi sebuah keluarga bisa menjadi lebih baik.
Baca juga : Kerugian Negara Diduga Mencapai Rp 60,8 Miliar
Riski menegaskan, salah satu poin dalam PP Nomor 28 Tahun 2024 yang harus diimplemntasikan dengan baik, penjualan rokok dengan sejumlah syarat yang ketat.
“Misalnya, harus jauh dari sekolah dan tempat bermain anak, serta tidak boleh menjualnya kepada wanita hami,” cetusnya.
Di media sosial X, fakta tentang pengeluaran sebuah keluarga untuk rokok dan tembakau setara dengan pengeluaran untuk mengkonsumsi protesin hewani, cukup mengagetkan netizen.
Baca juga : Baleg DPR Bahas Pemberian Izin Ormas Kelola Tambang
“Kalau dia kaya raya, mungkin ngerokok menjadi pelepas penat atas hasil kerja kerasnya, toh nggak mengganggu pengeluaran bulanan mereka. Tapi, kalau masih kere, terus bajunya bau rokok, kalau nanti sakit nyusahin dan cuma dicover BPJS kelas 3, mending nggak usah deh. Lebih baik duitnya buat beli daging, terus dimakan sekeluarga,” tulis akun @mur1997qi.
“Setelah lihat data, pengeluaran bulanan untuk rokok nilainya lebih tinggi dibanding pengeluaran untuk umbi-umbian, daging, telur, sayuran, dan makanan bergizi lain, kok masih pada ngerokok, ya. Terus, selama ini kita ada masalah tentang gizi anak-anak dan keluarga loh. Jadi tepuk jidat,” timpal akun @GenAntiRokok.
“Lah ini menurut Susenas Maret 2023 Kabupaten Ponorogo, presentase pengeluaran per kapita jika dijumlahkan telur, susu dan daging adalah sekitar 4,6 persen. Masih kalah dengan presentase konsumsi rokok 5,23 persen,” ucap akun @DavidHan07.
Baca juga : Bulog Dipatok Serap Tiga Juta Ton Beras
“Pemerintah mungkin bingung juga kali ya. Kalau langsung lakukan pelarangan rokok, cukai turun banget. Tapi kalau didiemin kesehatan dan gizi mandek. Ya pembatasan penjualan itulah mungkin kunci,” usul akun @rroahs8328_. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.