Dark/Light Mode

650 Ribu Anak Nikmati Makan Bergizi Gratis

Kamis, 23 Januari 2025 08:00 WIB
Sejumlah siswa menimati makan bergizi gratis (MBM) di SDN Lengkong Wetan 01, Tangerang Selatan, Banten, Senin (6/1/2025). (Foto: NG Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka/RMid)
Sejumlah siswa menimati makan bergizi gratis (MBM) di SDN Lengkong Wetan 01, Tangerang Selatan, Banten, Senin (6/1/2025). (Foto: NG Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka/RMid)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejak dimulai pada 6 Januari lalu, Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dinikmati 650 ribu anak di 31 provinsi. Ditargetkan, akhir tahun 2025, MBG sudah bisa dinikmati seluruh anak Indonesia yang jumlahnya mencapai 80 jutaan.

Hal ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/1/2025). Menurut Presiden, selama lebih dari 3 pekan dilaksanakan, jumlah penerima manfaat MBG terus bertambah.

“Ini berkat kerja keras banyak pihak,” kata Prabowo dalam sambutannya.

Presiden RI ke-8 ini optimis, jumlah penerima MBG bertambah secara bertahap. Sasarannya, Januari-April 2025 diterima 3 juta anak. Kemudian April-Agustus 6 juta anak.

“September kita harapkan 15 juta anak dan akhir 2025 target kita adalah semua anak-anak Indonesia bisa dapat makanan bergizi,” ucap Prabowo.

Baca juga : Raden Igun Wicaksono: Pendapatan Driver Berkurang Signifikan

Dalam kesempatan itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut mengamankan dan mensukseskan MBG. Program ini dinilai sangat strategis untuk memperkuat masa depan anak-anak Indonesia.

Berkat program MBG, Prabowo optimis dalam waktu yang tidak lama akan ada peningkatan kemampuan akademis dari anak-anak Indonesia. Selain itu, ia ingin semua sekolah bisa menerapkan teknologi.

“Saya juga bertekad untuk melakukan langkah-langkah intervensi kepada semua sekolah di Indonesia dari SD, SMP, SMA, semua sekolah yang dibina oleh pesantren dengan teknologi,” tegasnya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membenarkan, dalam 3 pekan berjalan, MBG sudah dinikmati 650 ribu penerima di 31 provinsi melalui 234 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pihaknya akan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak demi memenuhi target Presiden, agar di akhir tahun MBG bisa dinikmati oleh seluruh anak Indonesia. Misalnya, BGN menggandeng PBNU untuk menjangkau 5 juta santri di seluruh Indonesia.

“Ada 5 juta santri di seluruh Indonesia yang itu juga menjadi bagian penerima manfaat yang sudah dimasukkan di dalam program,” kata Dadan.

Baca juga : Rosel Lavina: Tak Lebih Dari 15 + 5 Persen

Selain PBNU, Dadan juga meneken kerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN. Penandatanganan MoU ini dilakukan di SPPG Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (20/1/2025). Fokus utama kolaborasi ini untuk memastikan pemenuhan gizi bagi kelompok tersebut lewat MBG.

Pelaksana Tugas Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi BGN Ermia Sofiyessi bertekad mensukseskan program ini, meski kekurangan sumber daya manusia (SDM). Ermia membeberkan, ada 28 orang yang terdiri dari kepala dan wakil kepala badan tingkat eselon 1 dan 2. 

“Kalau pun ada, tenaga pekerja itu belum dibayar. Bermodal semangat ‘Merah Putih’ saja,” katanya dalam seminar Forum Pemred bertajuk “Bersama Mewujudkan Gizi Berkualitas untuk Generasi Indonesia Emas” di gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (22/1/2205).

Menurut Ermia, selain anggaran yang masih harus ditingkatkan, ketersediaan SDM juga faktor yang perlu diperhatikan. Supaya semua kebutuhan pelaksanaan MBG terpenuhi, khususnya di daerah di luar Pulau Jawa.

Meski begitu, BGN memandang keterbatasan yang ada bukan hambatan. Ia menganggap sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapi dengan optimisme. Mengingat, ada tujuan yang harus dicapai, yakni memastikan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara baik.

Baca juga : Program MBG Bawa Dampak Sosial Positif

Terlebih, komitmen dukungan dari berbagai kalangan terus mengalir. Baik di tingkat kementerian, lembaga, Pemerintah Daerah, maupun sektor swasta.

BGN menargetkan 5 ribu satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang terbentuk untuk memimpin tata kelola dan operasional dapur-dapur umum MBG pada pertengahan 2025. Setiap SPPG memproduksi 3 ribu paket MBG yang akan menjangkau 15-17,5 juta penerima manfaat hingga September 2025, dengan memanfaatkan anggaran saat ini senilai Rp 71 triliun.

BGN memastikan setiap SPPG juga melibatkan seorang ahli gizi dan seorang akuntan untuk memastikan kelancaran distribusi makanan, sekaligus mengawasi secara ketat kualitas makanan dan standar gizi yang disalurkan kepada anak-anak dan ibu hamil. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.