Dark/Light Mode

Keluarkan Perpres, Prabowo Pangkasin Anggaran Kementerian

Jumat, 24 Januari 2025 08:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto menggelar Sidang Kabinet Paripurna bersama seluruh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/1/2025) . (Foto: BPMI Setpres/Rusman)
Presiden Prabowo Subianto menggelar Sidang Kabinet Paripurna bersama seluruh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/1/2025) . (Foto: BPMI Setpres/Rusman)

 Sebelumnya 
“Memfokuskan alokasi anggaran belanja pada target kinerja pelayanan publik serta tidak berdasarkan pemerataan antar perangkat daerah atau berdasarkan alokasi anggaran belanja pada tahun anggaran sebelumnya,” tulis poin kelima diktum keempat itu.

Terakhir, Prabowo juga meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengawasi pelaksanaan Inpres 1/2025 itu.

“Instruksi Presiden ini mulai berlaku pada tanggal dikeluarkan,” tutup Inpres tersebut.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan maksud dari Inpres tersebut. Kata dia, Presiden Prabowo telah berkali-kali menekankan Pemerintah harus melakukan penghematan. Efektivitas belanja negara harus lebih dipertajam untuk tujuan yang lebih produktif dan berdampak langsung kepada masyarakat.

Baca juga : Jadi Menteri Paling Ngetop, Cak Imin Janji Gaspol

“Sebagaimana Pak Presiden tekankan, kita perlu kencangkan ikat pinggang dan penghematan. Kita perlu lebih selektif untuk memiliki kegiatan yang produktif dan memiliki dampak langsung,” jelas Prasetyo di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (23/1/2025).

Dia mengungkapkan, Prabowo sudah sering mengingatkan agar anggaran-anggaran yang kurang efektif seperti kunjungan kerja, seminar, ataupun studi banding dikurangi.

“Kemudian perjalanan dinas sekian puluh triliun kalau kita bisa menghemat kan bisa dipakai sesuatu yang produktif,” tekan politisi Partai Gerindra itu.

Prasetyo menuturkan, kemungkinan model penghematan yang dilakukan mirip automatic adjustment yang pernah dilakukan sebelumnya. Beberapa anggaran ‘dibintangi’ atau diblokir sebagai dana cadangan. Dia juga menegaskan sejauh ini tak ada penolakan yang disuarakan K/L. Menurutnya, semua K/L satu suara untuk melakukan penghematan.

Baca juga : ORI: Kesadaran Masyarakat Naik

“Nggak ada yang kurang berkenan. Ini kan sebagai semangat kebersamaan gitu ya, nggak ada teman teman K/L merasa dikurangi, karena ini semangatnya kita bersama-sama,” tegasnya.

Prasetyo tak menampik, penghematan anggaran ini ada kaitannya dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, berapa nilai anggaran yang akan dialihkan untuk MBG, Prasetyo tidak menjelaskan.

“Dari hasil penghematan yang dilakukan, ada kemungkinan besar alokasi tambahan untuk program ini,” jelasnya.

Sebelumnya, saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Rabu (22/1/2025), Prabowo kembali menyinggung soal penghematan anggaran. Dalam sambutannya, Prabowo meminta seluruh jajarannya di kabinet agar menempatkan kepentingan bangsa dan masyarakat luas menjadi yang utama dalam bekerja.

Baca juga : DPP Golkar Diingatkan Tak Boleh Diskriminasi

“Dengan niat baik dan kerja keras, orientasi ke negara dan bangsa, maka kebijakan akan membuahkan hasil yang cepat,” ujar Presiden. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.