Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ahli Gizi IPB Setuju Serangga Masuk Menu Makan Bergizi Gratis, Ini Alasannya
Senin, 27 Januari 2025 10:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ahli Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Ali Khomsan setuju, serangga masuk ke dalam daftar menu makanan bergizi gratis (MBG), karena memiliki kandungan protein yang relatif tinggi.
"Serangga adalah pangan di daerah tertentu dengan kandungan protein tinggi," kata Ali Khomsan saat dihubungi RM.id, Senin (27/1/2025).
"Bila memang masuk budaya pola pangan di wilayah tertentu dan umat Islam di wilayah tersebut tidak memiliki keraguan atas kehalalannya, maka serangga bisa menjadi inovasi peningkatan potensi pangan lokal," imbuhnya.
Baca juga : 650 Ribu Anak Nikmati Makan Bergizi Gratis
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, serangga bisa menjadi opsi menu MBG. Namun, menurutnya, usulan tersebut hanya bisa diterapkan di daerah-daerah yang memang terbiasa menyantap serangga. Seperti masyarakat Gunung Kidul yang terbiasa mengkonsumsi belalang, dan masyarakat Papua yang biasa makan ulat sagu.
Dadan juga menuturkan, belakangan ini, snack jangkrik banyak dijual secara komersial.
"Itu salah satu contoh. Jadi, kalau ada daerah tertentu yang biasa mengkonsumsi, bisa menjadi pilihan menu," ujar Dadan di Jakarta, Sabtu (25/1/2025).
Baca juga : Dukung Makan Bergizi Gratis, Pertamina Jaga Suplai Energi
Pemerintah, lanjutnya, tidak menetapkan standar menu nasional untuk program MBG. Unsur protein bisa disesuaikan dengan potensi sumber daya lokal dan kesukaan masyarakat setempat. Yang penting, sesuai standar komposisi gizi.
"Kalau di daerah yang banyak telur, ya telur lah mungkin diprioritaskan. Yang banyak ikan, ikan lah yang mayoritas, seperti itu," jelas Dadan.
Hal serupa juga berlaku pada menu karbohidrat. Di wilayah yang masyarakatnya terbiasa makan jagung, menu karbohidratnya tentu akan memprioritaskan jagung. Meski mungkin saja, nasi tetap diberikan juga.
Baca juga : BUMN Ikut Gaspol Program Makan Bergizi Gratis, Pasok Gas Dan Listrik Dapur
"Di daerah-daerah yang memang tidak terbiasa makan jagung, ya makan nasi," ujar Dadan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya