Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Nuklir Bukan Hanya Bom, Tapi Juga Teknologi Damai Untuk Kehidupan
Selasa, 18 Februari 2025 11:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Nuklir dan radiasi sering kali diidentikkan dengan tragedi bom Hiroshima atau bencana Chernobyl. Padahal, dengan pemanfaatan yang tepat, teknologi nuklir memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia.
Hal ini disampaikan oleh Pengembang Teknologi Nuklir di Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Aidhanis Kusuma Praja, dalam gelaran Ikaga Campus Expo 2025 di Yogyakarta, Senin (17/2).
“Perlu diketahui, secara alami radiasi ada di sekitar kita, yang disebut juga dengan sumber radiasi alam. Matahari, batu, hingga tubuh manusia memancarkan radiasi secara alami,” ujar Aidhanis.
Ia menjelaskan, ada beberapa jenis radiasi seperti alfa, beta, dan gamma. Meski tidak dapat dilihat atau dirasakan, radiasi ini bisa menembus dan mengubah sifat fisik serta kimia dari materi yang dilewatinya. Oleh karena itu, penggunaan radiasi tingkat tinggi memerlukan langkah proteksi khusus.
Baca juga : Uang Hasil Jual Ginjal Suami Dicuri Istri Untuk Kawin Lagi
“Gunakan pelindung yang tepat, jaga jarak dengan sumber radiasi, dan bekerja dengan cepat serta efektif,” paparnya.
Aidhanis memaparkan, selama lebih dari 70 tahun Indonesia telah mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai. Salah satu contohnya adalah teknik mutasi radiasi pada tanaman yang membuat varietas beras lebih tahan terhadap hama wereng.
“Tanaman mutasi radiasi, misalnya beras menjadi lebih tahan hama wereng, dapat diaplikasikan juga pada produk siap saji agar lebih awet, dan tidak cepat basi. Ada yang namanya teknik serangga mandul guna mengontrol populasi nyamuk,” jelasnya.
Dalam dunia kesehatan, nuklir turut berperan penting, salah satunya lewat teknologi Bonescan Kaef yang mampu mendiagnosis dan mendeteksi berbagai penyakit tulang.
Baca juga : Dukung Ketahanan Pangan, Program 1 Juta Hektare Jagung Dimulai Di Subang
Aidhanis juga menyinggung potensi nuklir di sektor energi, yakni melalui Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Hingga saat ini, tercatat ada lebih dari 400 PLTN yang beroperasi di 30 negara di dunia.
“Sayangnya, di Indonesia kita belum memiliki PLTN. Padahal potensi energi nuklir sangat besar dan bisa menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan energi nasional di masa depan,” ujarnya.
Walaupun belum memiliki PLTN, di Indonesia telah dibangun tiga reaktor nuklir yaitu Reaktor Triga 2000 di Bandung, Reaktor Kartini di Yogyakarta, dan Reaktor G.A Siwabessy di Serpong. Penggunaan reaktor tersebut utamanya digunakan untuk penelitian.
”Banyak sekali penggunaan reaktor, seperti produksi isotop, untuk pelatihan dan edukasi, pewarnaan batu permata, teknik neutron scattering. Kemudian analisis aktivasi neutron, radiografi, dan penelitian pengembangan elemen bahan bakar nuklir,” terang Aidhanis.
Baca juga : PGN Jadikan SMPN 34 Depok Sekolah Energi Berdikari Untuk Edukasi
Ia mengingatkan kutipan terkenal dari pendiri bangsa ini yaitu Ir. Soekarno, bahwa bangsa yang tidak menguasai teknologi atom akan tertinggal dalam perlombaan peradaban.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya