Dark/Light Mode

Menko PMK Pratikno Ajak Anak Muda Jadi Problem Solver di Era Disrupsi

Selasa, 18 Februari 2025 22:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam acara Simposium Nasional dan Pelepasan Kontribusi HIPMI Institute di Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang digelar di Aula Heritage Kemenko PMK, Selasa (18/2/2025). (Dok. Kemenko PMK)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam acara Simposium Nasional dan Pelepasan Kontribusi HIPMI Institute di Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang digelar di Aula Heritage Kemenko PMK, Selasa (18/2/2025). (Dok. Kemenko PMK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengajak anak muda untuk menjadi problem solver di tengah era disrupsi.

Dia menekankan bahwa peran sebagai pemecah masalah bisa dilakukan siapa saja, tanpa harus menunggu punya jabatan atau perusahaan sendiri.

Hal tersebut disampaikan Pratikno saat memberikan sambutan dalam acara Simposium Nasional dan Pelepasan Kontribusi HIPMI Institute di Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang digelar di Aula Heritage Kemenko PMK, Selasa (18/2/2025).

"Anak muda harus jadi problem solver. Itu bisa dilakukan kapan saja, bahkan sebagai pribadi sekalipun," ujar Pratikno.

Baca juga : Menko PM Pastikan Tak Ada Pemotongan Anggaran untuk Bansos

Ia menekankan bahwa kewirausahaan sosial bukan sekadar disiplin ilmu, tetapi bagian dari pembentukan karakter.

Hal ini menjadi semakin relevan di era disrupsi, di mana banyak pekerjaan hilang akibat otomatisasi, kecerdasan buatan (AI), dan perkembangan teknologi lainnya.

“Dunia penuh disrupsi, banyak job loss, pekerjaan hilang. Otomasi bukan hanya mekanik, tapi juga analitis. AI bisa menjawab apa saja yang kita tanyakan. Bisa dibayangkan bagaimana besarnya potensi disrupsi lapangan kerja,” lanjutnya.

Pratikno juga mengingatkan, agar anak muda tidak terjebak dengan kondisi saat ini, karena teknologi dapat dengan cepat menggantikan berbagai pekerjaan.

Baca juga : Puan: Pers Pilar Demokrasi, Harus Jadi Kontrol Sosial & Lawan Disinformasi

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membangun soft skill yang lebih ia sebut sebagai essential skill.

"Saya jarang menyebut soft skill, karena bagi saya ini fundamental. Entrepreneurship, kepemimpinan, komunikasi, dan lainnya adalah essential skill. Apapun disiplin ilmunya, harus punya pondasi skill ini," jelasnya.

Salah satu pilar utama dari essential skill, menurut Pratikno, adalah jiwa kewirausahaan.

Sikap inovatif, keberanian mengambil keputusan, kelincahan (agility), serta daya lentur yang tinggi menjadi kunci menghadapi masa depan yang terus berubah.

Baca juga : 40 Sekolah Swasta Di Jakarta Jadi Contoh Program Sekolah Gratis

Menko PMK pun mengapresiasi inisiatif HIPMI Institute dalam membekali generasi muda dengan berbagai keterampilan masa depan, termasuk future skill, future technology, future science, serta pemetaan future business.

"Saya secara pribadi maupun pemerintah sangat mendukung inisiatif-inisiatif HIPMI Institute untuk membangun SDM unggul, SDM future talent kita, untuk belajar mengenai future technology, future science, menjajaki future economy, memetakan future business," tutur Pratikno.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Badan Pengurus Pusat HIPMI Akbar Himawan Buchari, Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso, Stakeholder Relations Executive ParagonCorp Annisa Sekar, COO Monash University Indonesia Tantia Dian Permata Indah, serta Staf Khusus Bidang Inovasi dan Kerja Sama Kemenko PMK Ferro Ferizka Aryananda.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.