Dark/Light Mode

Gus Imin Sebut BP Haji Awal Revolusi Penyelenggaraan Haji dari Prabowo

Rabu, 19 Februari 2025 16:43 WIB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar  saat diskusi Publik Revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah di Kantor DPP PKB, Cikini, Rabu (18/2/2025).
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar saat diskusi Publik Revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah di Kantor DPP PKB, Cikini, Rabu (18/2/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar kembali gaungkan revolusi penyelenggara haji.

Ia menyatakan, bahwa pembentukan Badan Penyelenggara (BP) Haji oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah awal dari revolusi penyelenggaraan ibadah haji.

Kedepan, ia mendorong agar BP Haji ditingkatkan statusnya menjadi Kementerian Haji untuk memastikan penyelenggaraan haji yang lebih terintegrasi dan profesional.

"Presiden Prabowo telah memulai setengah revolusi manajemen haji dengan membentuk Badan Penyelenggara Haji. Namun, kami berharap langkah ini dilanjutkan dengan mengubah BP Haji menjadi Kementerian Haji,”ungkap Gus Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar saat Diskusi Publik Revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah di Kantor DPP PKB, Cikini, Rabu (18/2/2025).

Baca juga : Ini Daftar Menteri Dan Pejabat Negara Yang Dilantik Prabowo

Menteri Kabinet Merah Putih ini juga menekankan, pemerintah perlu melakukan revolusi lain dalam penyelenggaraan haji, termasuk pengelolaan keuangan haji yang lebih transparan dan efisien.

Salah satu langkah konkret yang diusulkannya adalah pembangunan hotel di Mekkah dan Madinah khusus untuk jemaah haji Indonesia. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan pelayanan bagi jemaah haji.

"Pelaksanaan ibadah haji bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan ekosistem yang tepat agar penyelenggaraan haji dapat berjalan amanah dan adil,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya perencanaan yang matang dan penggunaan tenaga profesional dalam penyelenggaraan haji.

Baca juga : Waka MPR Rusdi Sebut Badan Pengelola Investasi Bikinan Prabowo Ide Brilian

"Kami berharap ke depan, penyelenggaraan haji akan melalui perencanaan yang tepat dengan melibatkan tenaga profesional yang tangguh, sehingga jemaah haji dapat menjadi jemaah haji yang mabrur,” tambah Gus Imin.

Permasalahan penyelenggaraan haji yang kerap terjadi, seperti padatnya jemaah di tenda Mina, keterlambatan transportasi saat puncak ibadah haji di Arafah, Mina, dan Muzdalifah (Armuzna), harus dicegah agar tidak terulang.

Gus Imin menegaskan, persiapan pelaksanaan haji harus dilakukan sedini mungkin agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk.

"Pelaksanaan ibadah haji harus memberikan standar pelayanan yang tepat waktu dan terencana dengan baik. Termasuk mengantisipasi penambahan kuota haji sebesar 100.000 jemaah setiap tahun,” tegasnya. Ia mengingatkan, penambahan kuota haji harus diantisipasi dengan baik agar tidak menimbulkan kekisruhan.

Baca juga : Gus Imin: PKB Siap Wujudkan Koalisi Permanen Bersama Prabowo

"Jangan sampai ada tambahan kuota 100.000 jemaah, tapi persiapannya mendadak dan tidak terencana. Ini harus diantisipasi sejak awal agar tidak menimbulkan masalah,” pungkasnya

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.