Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Retreat Kepala Daerah di Magelang: Datang Naik Bus, Bajunya Komcad
Sabtu, 22 Februari 2025 08:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Para kepala daerah yang mengikuti retreat atau pembekalan sudah berada di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jumat (21/2/2025). Mereka tiba dengan menumpang bus dan sudah berganti pakaian dengan seragam loreng Komponen Cadangan atau Komcad.
Sebelum ke Akmil Magelang, para kepala daerah ini menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan di Resimen Induk Kodam (Rindam) IV Diponegoro. Mereka datang menumpang mobil dinas berpelat merah dengan nomor khas daerah masing-masing. Turun dari mobil, satu per satu kepala daerah masuk ke aula utama bersama ajudan dan sesprinya masing-masing. Namun, di pintu utama hanya kepala daerah yang diperbolehkan masuk. Para sespri diminta menunggu di luar.
Di aula itu, para kepala daerah menjalani pemeriksaan kesehatan seperti tensi daerah. Setelah itu, para kepala daerah melanjutkan perjalanan ke Akmil menggunakan bus yang telah disiapkan panitia. Sesampainya di lokasi, mereka berganti pakaian dengan seragam Komcad loreng-loreng.
Setibanya di kawasan Akmil, para kepala daerah turun dengan teratur. Tampak Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun dari bus dengan seragam Komcad lengkap. Ia mengenakan topi loreng dan sepatu PDL hitam.
“Kami siap mengikuti retreat ini sebagai pembekalan bagi kepala daerah dari seluruh daerah di Indonesia,” ucap Khofifah.
Dia menegaskan, tak ada persiapan khusus untuk mengikuti retreat. Hanya menyiapkan fisik yang prima dan diri agar siap untuk menerima seluruh materi dan pembekalan yang diterima pada saat retreat.
Baca juga : Harga Beras, Daging, Minyak, Gula Harus Turun Selama Ramadan
Menurutnya, retreat adalah kegiatan positif yang memiliki banyak manfaat. Momen untuk membangun kebersamaan program dan visi yang diusung masing-masing kepala daerah agar sejalan dengan program nasional.
Menurut Khofifah, Indonesia adalah negara besar. Perlu kerja sama dan kebersamaan agar program nasional bisa berjalan.
Dalam retreat ini, para kepala daerah akan menerima banyak materi. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan, pemateri didominasi menteri Kabinet Merah Putih (KMP).
"Ada 40 menteri yang diagendakan berbicara dan kami masih menyesuaikan untuk slot atau sesinya. Itu kira-kira," kata Bima Arya, di Media Center Magelang Retreat, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (21/2025).
Dia melanjutkan, semua Menteri Koordinator dipastikan menjadi pemateri. Berikutnya, menteri yang berkaitan dengan tugas-tugas kepala daerah agar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dapat diimplementasikan sampai ke bawah.
Widyaiswara dari Lembaga Pertahanan Nasional juga akan terlibat. Mereka akan mengisi pada hari pertama dan kedua pembekalan. Untuk Presiden Prabowo Subianto, akan diagendakan ini di hari terakhir retreat.
Baca juga : Uang Kuliah Tak Naik, Beasiswa Jalan Terus
"Ya, di ujung-ujung acara retreat. Tetapi untuk teknisnya, jamnya, sesi apa, pasti nanti akan kita komunikasikan lagi," ujar mantan Wali Kota Bogor itu.
Di akhir kegiatan retreat, kata Bima, akan ada momen parade senja seperti yang pernah dirasakan anggota November lalu. "Nanti di ujung ada acara parade senja. Apakah beliau (Prabowo) berkenan untuk bergabung, nanti kita akan pastikan lagi," ucap Bima.
Kendati demikian, dipastikan Bima, Prabowo akan memberikan arahan kepada seluruh pejabat daerah dan pemerintahan. "Yang pasti di hari terakhir beliau akan memberikan arahan kepada kami semua," imbuhnya.
Bima menjelaskan, retreat kepala daerah adalah program rutin yang memang diselenggarakan untuk kepala daerah. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 23/2014 tentang Pembinaan, Pengawasan, Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.
"Program tersebut mencakup pembinaan, pengawasan, dan peningkatan kapasitas para aparatur di daerah. Mengenai lokasi pelaksanaannya, menyesuaikan pada setiap periodenya," terang politisi PAN itu.
Mengenai anggaran, Bima menerangkan, retreat ini menghabiskan Rp 13 miliar dari APBN. Jumlah ini lebih kecil dibanding momen-momen sebelumnya.
Baca juga : Eddy Soeparno: Subsidi Bentuknya BLT Untuk Yang Berhak
"Kalau dulu, karena jumlah harinya lebih banyak, lebih panjang, bisa satu bulan lebih di Lemhannas, dua minggu di Kemendagri, dan para pesertanya juga menginap di hotel, tentu angkanya jauh lebih besar dari hari ini," urai Bima.
Sedangkan untuk retreat kali ini, peserta tidur di tenda yang disediakan panitia. Kepala daerah dilarang menggunakan APBD untuk mencari penginapan selain tenda yang telah disediakan. Pelaksanaannya pun cuma seminggu.
"Tujuh hari di tenda bukan fasilitas hotel. Dibandingkan dulu paket-paketnya itu dua minggu di Jakarta, kami menginap di hotel, satu bulan di Lemhanmas. Walaupun disediakan mess, tetapi banyak kepala daerah yang memilih menganggarkan dari APBD untuk menginap di hotel," pungkas Bima. UMM/BCG
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya