Dark/Light Mode

Prabowo Bentuk Danantara, Haji Isam: Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas

Senin, 24 Februari 2025 13:27 WIB
Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam. (Foto: Dok. Pribadi)
Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam. (Foto: Dok. Pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto merilis Badan Pengelola (BP) Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Senin (24/2/2025).

Pembentukan Danantara bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan aset negara melalui konsolidasi dalam suatu dana investasi nasional.

Langkah ini disambut positif pengusaha nasional asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam.

"Saya mengucapkan selamat atas diluncurkannya Danantara," ujar Haji Isam melalui keterangan resmi, dikutip di Jakarta, Senin (24/2/2025).

Haji Isam yakin, Danantara dapat menjadi 'mesin' kekuatan ekonomi baru Indonesia untuk hari ini dan masa depan.

Menurutnya, lewat Danantara ini, pengaturan aset BUMN akan lebih optimal sekaligus meningkatkan investasi yang lebih berkelas tinggi.

"Saya yakin Danantara ke depan akan memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan perekonomian Indonesia," kata pemilik Jhonlin Group ini.

Baca juga : Prabowo Pastikan, Danantara Dikelola Dengan Semangat Anti Korupsi

Sebagai badan pengelola investasi, Danantara akan melakukan pengelolaan aset negara untuk membiayai proyek-proyek berkelanjutan di berbagai sektor strategis, seperti energi terbarukan, pengembangan industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, hingga ketahanan pangan.

Nantinya, Danantara akan mengelola aset total senilai 900 miliar dollar AS atau setara Rp 14 ribu triliun.

Dengan modal awal dari Pemerintah sebesar 20 miliar dollar AS atau setara Rp 325,8 triliun, diharapkan seluruh proyek tersebut, dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen per tahun.

Haji Isam menilai, target tersebut terbilang rasional. Sebab, Danantara bisa menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi, dengan mengkonsolidasikan aset-aset penting dan mengoptimalkan entitas kekayaan negara untuk meningkatkan kesejahteraan nasional dan daya saing global.

Sekaligus, memanfaatkan sumber daya tersebut untuk mendukung target dan program pemerintah.

"Danantara merupakan langkah strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045," tutup Haji Isam.

Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan BP Danantara secara seremonial di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2/2025).

Baca juga : Jaga Transparansi, Prabowo Tegaskan Danantara Bisa Diaudit Setiap Saat

Peresmian dilakukan setelah Prabowo menyampaikan pidato di hadapan pejabat tinggi lembaga negara dan perwakilan negara sahabat.

Pada prosesi peresmian, Prabowo didampingi Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Ketiganya berdiri sejajar di hadapan podium yang terdapat tombol sirine sebagai media peluncuran.

Mendampingi ketiganya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani.

Setelah itu, Prabowo bersama SBY dan Jokowi menekan tombol sirene menandakan Danantara resmi berdiri.

Prabowo menunjuk Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani sebagai Ketua atau CEO Danantara.

Selain Rosan, Prabowo juga mempercayakan keponakan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan, Pandu Sjahrir sebagai Chief Investment Officer (CIO) Danantara dan Wakil Menteri BUMN Dony Oskaria untuk posisi Chief Operating Officer (COO).

Baca juga : Prabowo Luncurkan Danantara, Kawendra: Langkah Menuju Kemandirian Ekonomi RI

Sementara posisi Dewan Pengawas Danantara dijabat Menteri BUMN Erick Thohir.  Sedangkan Muliaman Darmansyah Hadad, ditunjuk sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada 24 Februari 2025 mendatang.

Ini disebut sebagai pengelolaan BUMN menjadi lebih kuat. Hal tersebut disampaikan Prabowo usai menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih (KMP). Pengelolaan BUMN diketahui menjadi salah satu perhatiannya.

"Optimalisasi pengelolaan BUMN kita melalui konsolidasi ke dalam suatu (badan) dana investasi nasional yang akan kita launching tanggal 24 Februari yang akan datang yaitu Danantara," ungkap Prabowo dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin 17 Februari 2025.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.