Dark/Light Mode

Ahmed Zaki: Pagar Laut Tangerang Sudah Ada Sejak 2014, Belum Ada Program PIK 2

Sabtu, 25 Januari 2025 09:51 WIB
Foto: X @muannas_alaidid.
Foto: X @muannas_alaidid.

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, pagar bambu di laut Kabupaten Tangerang, Banten, sudah ada sejak 2014, jauh sebelum ada proyek Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.

Pernyataan itu disampaikan Zaki merespons foto dirinya yang diunggah konsultan hukum proyek PIK 2, Muannas Alaidid, melalui akun X @muannas_alaidid pada Rabu (22/1).

Dalam foto yang diunggahnya, terlihat Zaki berada di kawasan pantai utara (pantura) Tangerang dengan latar belakang pagar bambu yang disebut sudah ada sejak satu dekade lalu.

Baca juga : Sertipikat Pagar Laut Dibatalkan, Menteri Nusron: Hukum Berlaku Jika Ada Pidana

"Foto tahun 2014. Info saja bahwa tahun itu sudah ada pagar-pagar. Tapi nggak ada yang perhatikan. Nggak tau siapa yang pasang, tujuannya apa dan untuk apa. kewenangan Pemkab Tangerang hanya di pesisir pantai, tidak sampai laut," kata Zaki, kepada wartawan, Jumat (24/11/2025).

Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa yang memasang pagar bambu tersebut serta tujuan awal pemasangannya.

Namun, ia menegaskan, pagar itu sudah ada sejak lama, jauh sebelum proyek PIK 2 dimulai.

Baca juga : Pertamina Perkuat Peran Perempuan Dan Anak Melalui Program TJSL

“Dan tahun 2014 belum ada program PIK 2 di Tangerang,” tegasnya.

Sementara itu, Muannas, dalam unggahannya di akun X, juga menyebut, pagar bambu sudah banyak ditemukan di kawasan pantai utara (Pantura) Tangerang sejak 2014.

"Mantan Bupati Kab Tangerang dua periode, Ahmed Zaki Iskandar, punya koleksi foto saat kunjungan ke pantura Kab Tangerang tahun 2014. Saat itu, dia menyewa tiga boat untuk membawa teman-teman wartawan melihat kondisi pantura yang sudah rusak. Ternyata, sejak 2014 itu sudah banyak pagar-pagar laut," tulis Muannas dalam unggahannya di akun X.

Baca juga : Alat Berat Tak Beroperasi, Perahu Nelayan Berjejer

Ia juga menegaskan bahwa pagar bambu tersebut bukan bagian dari proyek PIK 2, melainkan inisiatif masyarakat pesisir yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

"Yang pasang kan sudah diakui. Itu ada masyarakat pesisir yang membuatnya secara swadaya karena lahan dan tambak mereka terkena abrasi. Mereka memasang pagar bambu untuk menyelamatkan harta bendanya, dan itu sudah dibuat selama bertahun-tahun, jauh sebelum ada PIK," jelas Muannas

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.