Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kolaborasi Kedubes Inggris Dan Berdaya Bareng Gelar Program Akses Digital Di Indonesia Timur
Sabtu, 1 Maret 2025 14:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, bekerja sama dengan mitra lokalnya Berdaya Bareng, telah menyelesaikan fase ketiga dan terakhir dari Program Akses Digital 2024 di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (26/2/2025)
Tema tahun ini adalah "Membangun Literasi Digital dan Keuangan Berkelanjutan dengan Kolaborasi Pentaheliks", yang dilaksanakan di Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Proyek ini bertujuan untuk membangun komunitas digital dan kreatif yang inklusif di bagian timur Indonesia dengan meningkatkan keterampilan digital dan akses teknologi bagi komunitas marjinal.
Acara penutupan proyek ini menyampaikan beberapa agenda yaitu diskusi panel multi-pemangku kepentingan tentang ‘Praktik Baik Program Pemberdayaan dalam Literasi Digital dan Keuangan; Meraih Peluang Karir Global di Era Digital’; serta diskusi kelompok terfokus tentang memperkuat kolaborasi pentaheliks untuk pemberdayaan, literasi digital, dan literasi keuangan yang berkelanjutan.
Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan lintas disiplin, termasuk perwakilan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil (OMS), akademisi, dan pemilik bisnis.
Pemerintah Inggris telah mendanai proyek ini sebesar £100.000 senilai Rp 2 miliar melalui Program Akses Digital.
Baca juga : Kolaborasi BNI Dengan Tiga Supermarket Gelar Shopping Race 2025
Sejak Juli hingga November 2024, program ini melibatkan 533 penerima manfaat dari berbagai latar belakang seperti mahasiswa, (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) UMKM, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan masyarakat marjinal lainnya.
Setelah mengikuti pelatihan intensif, 100 peserta terbaik dipilih untuk menjadi fasilitator program.
Pada Desember 2024, para fasilitator ini membentuk organisasi komunitas kecil di wilayah mereka dan terlibat langsung dengan komunitas untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh. Sebagai hasilnya, 19 organisasi komunitas digital inklusif telah terbentuk.
Secara keseluruhan program ini telah menjangkau 672 penerima manfaat di Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Sebuah upacara kelulusan diadakan sebagai bagian dari acara untuk merayakan pencapaian para fasilitator.
Kolaborasi Program Akses Digital Inggris dengan BerdayaBareng telah mengarah pada pembentukan komitmen bersama antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Sulawesi Tengah dan BerdayaBareng untuk meningkatkan literasi keuangan dan mempromosikan inklusi keuangan, memperkuat upaya bersama untuk pemberdayaan ekonomi yang lebih besar di Sulawesi Tengah.
Baca juga : Lestarikan Warisan Budaya Tenun, BNI Gelar Peragaan Busana Cita Raya Hikayat
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, mengatakan Program Akses Digital Pemerintah Inggris terus meningkatkan akses digital bagi komunitas yang terpinggirkan di seluruh Indonesia.
"Program ini sebagai komitmen kami untuk mempromosikan penggunaan akses digital yang terjangkau, inklusif, aman, dan terlindungi guna membantu membangun pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja," ucap Dubes Dominic.
Menurutnya, tonggak pencapaian ini menunjukkan keberhasilan kolektif sebagaimana kami meningkatkan kolaborasi dengan Indonesia untuk mendorong ekosistem digital yang inklusif.
Co-founder BerdayaBareng Pratiwi Hamdhana mengatakan, fase ketiga dari Program Akses Digital 2024 adalah bukti konkret bahwa pelatihan digital dan pemberdayaan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi komunitas.
"Dengan fasilitator yang melatih komunitas lokal, kami telah menciptakan efek domino yang memperluas manfaat program ini,: ujar Hamdhana, dalam keterangannya, Sabtu (1/3/2025).
Ia berharap model ini dapat menjadi inspirasi bagi pihak lain yang ingin membangun ekosistem digital yang inklusif dan kompetitif.
Baca juga : Negosiasi Kemenperin-Apple Kelar, iPhone 16 Segera Dijual Di Indonesia
Penerima manfaat dan fasilitator Program Akses Digital, Nur Hidayat Koho, mengatakan dirinya sangat bersyukur dapat menjadi peserta dalam Program Akses Digital.
"Saya mendapatkan wawasan yang sangat berharga tentang kepemimpinan, fasilitasi, dan pengembangan masyarakat. Pengalaman ini tidak hanya memberdayakan saya tetapi juga menginspirasi saya untuk mengambil langkah-langkah nyata di desa saya di Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur," ucap Nur Hidayat.
Dengan menerapkan keterampilan dan pengetahuan yang telah diperoleh, Ia berharap dapat mengangkat komunitas saya, menciptakan lingkungan dapat berkembang bersama dan saling mendukung.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya