Dark/Light Mode

Sampah Sungai Citarum Viral Lagi

Gubernur Jawa Barat: Kami Akan Turun Tangan

Selasa, 4 Maret 2025 07:25 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat meninjau Sungai Citarum di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (3/3/2025). (Foto: Tangkapan Layar YouTube KDMChannel)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat meninjau Sungai Citarum di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (3/3/2025). (Foto: Tangkapan Layar YouTube KDMChannel)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tumpukan sampah di Sungai Citarum, Jawa Barat (Jabar), kembali viral di media sosial. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar akan menertibkan bangunan-bangunan yang melanggar garis sempadan sungai, untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Dari sejumlah foto dan video yang beredar di berbagai media sosial, sungai Citarum kembali dipenuhi oleh beragam sampah. Padahal, awal Februari lalu sungai ini sudah bersih dari sampah.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menyatakan, sumber pencemaran di Sungai Citarum secara umum, terdiri dari tiga unsur. Mereka adalah limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah kotoran manusia.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, ungkap dia, jenis sampah yang saat ini mendominasi di Sungai Citarum ialah sampah rumah tangga dan kotoran. “Ini ada bangunan toilet, tapi pembuangan kotorannya langsung ke sungai,” ujar Dedi, dikutip Senin (3/3/2025).

Baca juga : Maksimalkan Bansos Dan Stimulus Khusus Lebaran

Dari sisi kewenangan, jelas dia, tata kelola Sungai Citarum berada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Artinya, Sungai Citarum merupakan kewenangan Pemerintah Pusat.

Namun, lanjut Dedi, masalah sampah dan pencemaran yang terjadi di Sungai Citarum mengangkut kesehatan masyarakat dan tergolong mendesak untuk diselesaikan. Sebab itu, Pemprov Jabar akan turun tangan untuk menangani masalah tersebut.

Dari sisi preventif, kata Dedi, salah satu langkah yang akan diambil pihaknya, menertibkan bangunan-bangunan yang melanggar garis sempadan sungai, kecuali jembatan. Selain itu, Pemprov Jabar juga akan mengimbau masyarakat, untuk tidak membuang sampah ke aliran sungai.

“Saya sudah meminta kepada Bupati Bandung Barat, untuk mendata warganya yang masing membuang kotoran ke sungai. Ini harus kita ubah menjadi bak komunal,” tegasnya.

Baca juga : Bulog Diminta Jaga Stok Dan Stabilkan Harga Beras

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, dirinya telah memerintahkan Kepala Dinas Sumber Daya Air Pemorov Jabar, untuk menurunkan empat unit alat berat, untuk menangani sampah yang menggunung di Sungai Citarum. Selain itu, lanjut dia, Pemprov Jabar juga akan menyiapkan 20 unit truk untuk mengangkut sampah tersebut.

Dia juga telah meminta, para Bupati dan Wali Kota di wilayah Sungai Citarum, untuk memberi izin bila ada truk-truk pangkut membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayah mereka. “Semua pihak harus berkerja sama dalam menangani Citarum. Kita tidak bicara lagi kewenangan, tapi bicara tentang adanya masalah yang harus diselesaikan secara bersama,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Mochammad Dian Al Ma’ruf mengonfirmasi, aliran Sungai Citarum di Kabupaten Bandung, kembali dipenuhi sampah. Mirisnya, kata dia, jarak waktu kejadian sungai kembali dipenuhi sampah, hanya beberapa hari setelah genangan sampah pertama dibersihkan.

“Sebelumnya sudah kami bersihkan dari tanggal 25 Januari sampai 2 Februari 2025 sudah bersih, tapi tanggal 14 Februari 2025 kembali seperti semula (penuh sampah) sampai yang terlihat saat ini,” keluhnya.

Baca juga : Pelayanan ASN Kepada Warga Tak Boleh Kendor

Soal belum adanya penanganan maksimal dari BBWS, Dian menyatakan, hal itu disebabkan sebagian alat mereka tengah diperbantukan untuk menangani masalah tanggul jebol di wlayah Bojongsoang dan normalisasi di sepanjang Sungai Citarum. “Alat kami sedang menangani tempat lain (sepanjang Sungai Citarum), ada tanggul jebol, ada normalisasi, dan lain-lain,” imbuhnnya.

Banyaknya foto dan video tentang kondisi Sungai Citarum, juga menjadi perbincangan hangat netizen di media sosial X. Mereka juga mengapresiasi ketegasan Pemprov Jabar dalam menangani sampah di sungai tersebut.

“Nah bongkar-bongkarin aja tuh rumah, gedung yang beridi di,sempadan sungai. Kalau rumah/gedungnya punya SHM, seret ke ranah hukum. Sebab, sempadan itu wilayah hijau!” cuit akun @wesikokwit287. “Pada kebayangnggak sih, air Sungai Citarum yang hitam itu sampai ke Jatiluhur. Kemudian, itu diproses buat air minum melalui BUMD atau PAM,” ucap akun @673278126578_.

“Kalau perlu, setiap jembatan di beri CCTV, pak. Jadi, kalau ada yang lempar sampah ke sungai bisa langsung di kasih ‘salam olahraga’ sama warga,” usul akun @Asepkhsssih. “Urang malu, Sungai Citarum viral deui. Ayok Pak Demul, bupati/walikota, pastikeun ngalaksanakeun aturan sampah dengan tegas,” timpal akun @bragbrugtassik_. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.