Dark/Light Mode

Bahlil Pastikan Pasokan BBM Dan Listrik Di Sultra Aman Sampai Lebaran

Minggu, 9 Maret 2025 21:11 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat mengecek Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sulawesi Tenggara, Minggu (9/3). Foto: Kementerian ESDM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat mengecek Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sulawesi Tenggara, Minggu (9/3). Foto: Kementerian ESDM

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turun langsung ke Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik tetap aman selama Ramadan hingga Idul Fitri 1446 Hijriah. Dari pengecekannya di Kota Baubau, stok BBM cukup hingga 21 hari ke depan.

“Jadi tidak ada masalah, baik dari minyak, pertalite, pertamax, maupun dari sisi solar, itu clear, Alhamdulillah,” ujar Bahlil usai mengecek Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina 74.937.23, Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Baubau, serta Fuel Terminal BBM Baubau, Minggu (9/3).

Saat berada di SPBU, Bahlil bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), PT Pertamina (Persero), dan Balai Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas juga melakukan uji kualitas BBM beroktan RON 90 dan RON 92. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan BBM yang berkualitas baik.

Sebagai bentuk edukasi, Bahlil meminta Pertamina Patra Niaga menyediakan sampel BBM RON 90 dan RON 92 di setiap SPBU agar masyarakat bisa membedakan spesifikasi kedua jenis bahan bakar tersebut. 

Baca juga : Kesiapan Jalan Tol Trans Sumatera Menghadapi Mudik Lebaran 2025

“Insyaallah tidak perlu ada kekhawatiran terkait dengan kualitas BBM yang dijual. RON 90 ini sebenarnya yang disubsidi, sementara RON 92 itu harganya harga pasar, tidak disubsidi,” jelasnya.

Terkait pasokan B40 dan solar, Bahlil menegaskan stoknya cukup hingga Idul Fitri. Bahkan, Terminal BBM Baubau berperan penting dalam memasok 54 persen kebutuhan BBM di Sulawesi dan juga menyuplai Maluku, Nusa Tenggara Timur, Bima, serta beberapa daerah lainnya.

Pemerintah sendiri telah menetapkan kuota BBM bersubsidi untuk Sulawesi Tenggara pada 2025. Untuk jenis JBKP (Pertalite), kuota yang ditetapkan mencapai 356.464 KL, dengan realisasi hingga Januari 2025 sebesar 25.919 KL atau 7,23 persen dari kuota. Sementara untuk JBT (Biosolar), kuota yang ditetapkan mencapai 153.227 KL, dengan realisasi Januari 2025 sebesar 12.592 KL atau 8,22 persen dari kuota.

Pasokan Listrik Juga Aman

Baca juga : Prabowo Jalan Kaki Terobos Banjir Bekasi

Selain memastikan stok BBM, Bahlil juga meninjau kondisi kelistrikan dengan mengunjungi PLTMG Baubau berkapasitas 30 MW. Pembangkit ini menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Baubau, menyumbang 62,17 persen dari total beban puncak di wilayah tersebut.

Dari data per 6 Maret 2024, sistem kelistrikan Baubau mencatat beban puncak sebesar 51 MW dengan daya mampu pasok mencapai 63 MW. “Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem kelistrikan Baubau dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan listrik masyarakat selama Idul Fitri 2025,” tegas Bahlil.

Namun, ia menyoroti masih adanya kendala listrik di beberapa pulau terluar Sulawesi Tenggara, seperti di Wakatobi. Di Pulau Kaledupa, misalnya, masih ada wilayah yang belum menikmati listrik, sementara di Tomia, suplai listrik sering mengalami pemadaman akibat beban yang melebihi kapasitas terpasang.

Untuk mengatasi masalah ini, Bahlil telah meminta PT PLN (Persero) segera mempercepat elektrifikasi di wilayah tersebut. “Tadi sudah sepakat Pak Dirut PLN dan beberapa direksi, mereka akan melakukan percepatan dalam rangka memenuhi kebutuhan. Karena masyarakat di sana itu memang mata pencariannya adalah perikanan. Jadi kalau listrik mati, storage-nya bisa nggak jalan,” ujarnya.

Baca juga : Pastikan Kualitas BBM Sesuai Standar, Jaksa Agung Minta Masyarakat Tenang

Sebagai langkah antisipatif, Kementerian ESDM akan membentuk Tim Posko Nasional Sektor ESDMyang bertugas mengawasi penyediaan dan distribusi BBM, LPG, serta listrik. Posko ini juga akan bertanggung jawab dalam mitigasi bencana geologi dan akan beroperasi mulai 17 Maret hingga 11 April 2025.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.