Dark/Light Mode

Diprediksi Diguyur Hujan Lebat, Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Tahap 3

Rabu, 12 Maret 2025 08:44 WIB
Operasi Modifikasi Cuaca. (Foto: Humas Pemprov DKI)
Operasi Modifikasi Cuaca. (Foto: Humas Pemprov DKI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Tahap 3 untuk mengurangi potensi banjir dan longsor akibat hujan ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana yang sudah dimulai sejak beberapa hari lalu dan terus dimonitor. 

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DKI Jakarta terpantau cukup signifikan sejak 11 Maret 2025. Kelembaban udara yang tinggi, terutama pada lapisan 3.000 kaki, dapat memicu hujan yang merata di wilayah Barat Pulau Jawa, termasuk DKI Jakarta, terutama pada siang dan malam hari. 

Plt. Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menjelaskan, curah hujan tinggi akan terjadi selama empat hari ke depan. 

“Potensi hujan merata diperkirakan terjadi di wilayah Barat Pulau Jawa, termasuk Jakarta. Namun, hujan dapat mereda pada sore hari," ujar Budi dalam keterangan resminya, Rabu (12/3/2025). 

Baca juga : Mitigasi Bencana, Jabar Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Sebagai antisipasi terhadap potensi bencana tersebut, BMKG bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Provinsi Jawa Barat, serta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), dan PT Rekayasa Atmosphere Indonesia (RAI) melaksanakan OMC Tahap 3. Operasi ini melibatkan penyemaian bahan kimia NaCl (garam) sebanyak 20 ton yang akan dilakukan selama 10 hari dengan 25 sorti penerbangan. 

Ketua Sub Kelompok Logistik dan Peralatan BPBD Provinsi DKI Jakarta, sekaligus juru bicara OMC 2025 Michael Sitanggang mengatakan, pelaksanaan OMC ini bertujuan untuk mengurangi ekstremitas hujan di Jakarta dan wilayah sekitarnya. Pada operasi hari pertama, telah dilakukan tiga sorti penerbangan dengan total durasi penerbangan 6 jam 30 menit. Sebanyak 2,4 ton NaCl disemai pada area yang meliputi wilayah barat laut Jakarta, Selat Sunda, Kepulauan Seribu, dan Laut Jawa. 

“Kami bekerja keras agar operasi ini dapat mengurangi dampak dari hujan ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir,” ujar Michael. 

Ia menambahkan, koordinasi terus dilakukan dengan BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Barat agar pelaksanaan operasi dapat berjalan secara sinergis dan efektif. 

Baca juga : Jakarta Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca Guna Kurangi Curah Hujan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan OMC ini merupakan upaya preventif yang telah dimulai beberapa hari lalu. 

“Operasi Modifikasi Cuaca ini bukan dimulai hari ini, namun sudah dimulai sejak beberapa hari lalu. Kami terus memantau kondisi cuaca agar dapat mengantisipasi curah hujan yang tinggi dan mencegah bencana,” ujar Pramono Anung di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2025). 

Selain itu, Gubernur DKI Jakarta menambahkan bahwa melalui OMC, pihaknya berharap bisa mengurangi potensi banjir yang sering terjadi akibat hujan deras. 

“Kami berupaya agar curah hujan bisa dikendalikan untuk menghindari terjadinya bencana seperti yang terjadi saat Imlek,” tegasnya. 

Baca juga : Kurangi Risiko Banjir, Jabar Lakukan Modifikasi Cuaca 10 Hari

Pemprov DKI Jakarta berharap operasi ini dapat berlangsung dengan lancar dan berhasil mengurangi intensitas hujan yang dapat menyebabkan bencana. 

Dengan adanya OMC, diharapkan wilayah DKI Jakarta dapat terhindar dari bencana hidrometeorologi yang sering terjadi selama musim hujan, terutama ketika curah hujan ekstrem diperkirakan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.