Dark/Light Mode

Diisi Tokoh Luar Negeri Dan Dalam Negeri

Pengurus Danantara Diseleksi Satu Bulan

Selasa, 25 Maret 2025 08:15 WIB
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani (kedua kiri) bersama (dari kiri) Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Dewan Pengawas Danantara Muliaman Hadad dan Chief Operational Officer (COO) Danantara Dony Oskaria bergandengan tangan saat pengumuman susunan lengkap pengurus BPI Danantara di Jakarta, Senin (24/3/2025). (Foto: Patra Rizki Syahputra/RM)
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani (kedua kiri) bersama (dari kiri) Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Dewan Pengawas Danantara Muliaman Hadad dan Chief Operational Officer (COO) Danantara Dony Oskaria bergandengan tangan saat pengumuman susunan lengkap pengurus BPI Danantara di Jakarta, Senin (24/3/2025). (Foto: Patra Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengurus lengkap Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi diumumkan. Ada tokoh dari luar negeri, ada juga orang-orang top di dalam negeri. Chief Executive officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, proses seleksi ini dilakukan sebulan agar mendapatkan orang-orang yang bersih, memiliki kapabilitas dan berintegritas.

Pengumuman susunan pengurus Danantara di lakukan di Financial Hall, Gedung Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (24/3/2025) siang.

Sejak pukul 12.00 WIB, situasi gedung Graha CIMB Niaga telah dipadati kendaraan yang mengantarkan tamu undangan. 20 kursi sudah disiapkan untuk calon pengurus dan tamu.

Setelah semua calon pengurus lengkap, Rosan mengumumkan satu per satu pengurus Danantara.  Rosan yang mengumumkannya dari panggung utama memperlihatkan layar berisikan nama dan profil tokoh yang akan membantunya. Mereka yang disebut kemudian berdiri, menunjukkan komitmennya mengembangkan lembaga yang baru berdiri di era pemerintahan Prabowo Subianto itu.

Pengurus Danantara diisi beberapa tokoh nasional maupun internasional. Di antaranya ada Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mereka menjabat sebagai Dewan Pengarah Danantara.

Sementara, untuk jajaran tokoh internasional di antaranya ada eks Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, ekonom asal Amerika Serikat Jeffrey Sachs, pendiri Hedge Fund Bridgewater Associates Ray Dalio, dan Manajer Portofolio Ekuitas di Capital Group F Chapman Taylor. Mereka mengisi kursi Dewan Penasihat Danantara.

Baca juga : Pasal Penghinaan Terhadap Presiden Diselesaikan Lewat Restorative Justice

Rosan yang juga Menteri Investasi ini memastikan, tim yang dibentuknya telah melalui seleksi yang ketat. Pemilihan nama-namanya dibantu oleh headhunter, dari dalam dan luar negeri.

Menurut dia, pihaknya melakukan interview satu per satu untuk memastikan tim yang dibentuk tidak hanya berpengalaman di bidangnya, tetapi juga mempunyai hati yang sama. Karena amanah yang diberikan ke Danantara sangat luar biasa. “Kita harus memastikan ini bisa berjalan dengan baik, sesuai harapan Bapak Presiden dan seluruh masyarakat Indonesia,” lanjutnya.

Mengingat Danantara adalah lembaga investasi negara yang sangat besar, Rosan menekankan pentingnya orang-orang yang tak hanya memiliki kapabilitas, tetapi juga integritas. Serta mempunyai track record yang baik dan benar.

Rosan memastikan pihaknya akan selalu transparan, sesuai arahan Prabowo. Danantara akan dilaksanakan dengan tata kelola atau good governance dengan mengedepankan aspek akuntabilitas dan integritas.

Lebih lanjut, Rosan menegaskan, tidak ada titipan-titipan dalam daftar pengurus Danantara. Hal ini selaras dengan warning Presiden Prabowo. “Dari nama yang kami berikan pada Presiden berikut CV nya tidak ada satupun yang ditolak oleh beliau,” sambungnya.

Rosan juga mengomentari ketiadaan nama mantan PM Inggris Tony Blair di struktur pengurus Danantara. Padahal, Tony sebelumnya diisukan memegang komando Dewan Pengawas Danantara. Kata Rosan, pihaknya masih menunggu jawaban kesediaan Tony.

Baca juga : Selain Minyak, Beras Juga Disunat

“Yang saya sampaikan yang sudah confirm dulu, karena kan kembali lagi clearance (izin) dari negara itu diperlukan, makanya kadang-kadang takes time (memakan waktu) lebih lama,” jelasnya.

Dengan demikian, Rosan menyebut susunan kepengurusan Danantara masih bisa bertambah, baik di level advisor maupun tim di bawahnya. Sebab, beberapa nama yang dilirik masih terikat dengan perusahaan tempat mereka berkarir.

Di kesempatan sama, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menjelaskan alasan pihaknya melibatkan tokoh internasional seperti Thaksin Shinawatra dan Ray Dalio. Kata Pandu, seiring pesatnya perkembangan ekonomi dunia, maka Danantara membutuhkan pihak-pihak yang yang dapat menjawab risiko makroekonomi dan geopolitik.

“Karena kita tahu bahwa makro risk semakin besar, geopolitical risk semakin besar, maka we need these advisors to give us masukan-masukan tersebut,” ucap Pandu.

Pandu memastikan, sejumlah tokoh yang masuk di kepengurusan Danantara merupakan profesional di bidangnya dan tidak ada nama-nama titipan. “All professional, tidak ada titipan-titipan, semua adalah yang terbaik di bidangnya dan global,” pungkasnya.

Berikut susunan lengkap pengurus Danantara. Dari unsur pimpinan ada Chief Executive Officer (CEO) Rosan Roeslani; Chief Operational Officer (COO) Dony Oskaria dan Chief Investment Officer (CIO) Pandu Sjahrir. Di posisi Dewan Pengawas ada Erick Thohir; Muliaman Hadad; Para Menteri Koordinator dan Menteri Sekretaris Negara.

Baca juga : BRI Bagikan Dividen Rp 51,73 Triliun Dan Bersiap Lakukan Buyback Rp 3 Triliun

Di Dewan Pengarah ada Jokowi dan SBY. Sedangkan di Dewan Penasihat ada Ray Dalio; Helman Sitohang; Jeffrey Sachs; F. Chapman Taylor; Thaksin Shinawatra dan Sri Mulyani. Kemudian di Komite Pengawasan dan Akuntabilitas ada Ketua PPATK Ivan Yustiavandana; Ketua KPK Setyo Budiyanto; Ketua BPK Isma Yatun; Ketua BPKP Muhammad Yusuf Ateh; Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Untuk Direktur Pelaksana ada Managing Director Legal Robertus Bilitea; Managing Director Risk & Sustainability Lieng-Seng Wee; Managing Director Finance Arief Budiman; Managing Director Treasury Ali Setiawan; Managing Director Global Relations & Governance Mohamad Al-Arief; Managing Director Stakeholder Management Rohan Hafas.

Lalu ada Managing Director Internal Audit Ahmad Hidayat; Managing Director Human Resources Sanjay Bharwani; Managing Director Chief Economist Reza Yamora Siregar; Managing Director Head of Office Ivy Santoso; Komite Manajemen Risiko John Praseti dan Komite Investasi dan Portofolio Yup Kim

Sementara, di Holding Operasional ada Managing Director Agus Dwi Handaya; Managing Director Febriany Eddy; Managing Director untuk Risk Riko Banardi. Sedangkan Holding Investasi terdiri dari Managing Director Finance Djamal Attamimi; Managing Director Legal Bono Daru Adji dan Managing Director Investment Stefanus Ade Hadiwidjaja. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.